Pejabat Dinas Perumahan DKI Ngaku Tak Tahu Anak Pamer Barang Mewah di Medsos

Selvy kerap memamerkan barang-barang mewah seperti tas dan sepatu di media sosial. Hal itu membuat Selvy diperiksa Inspektorat dan dinonaktifkan sementara dari jabatan kepala seksi tersebut.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
Pejabat Dinas Perumahan DKI Ngaku Tak Tahu Anak Pamer Barang Mewah di Medsos
Pejabat Dinas Perumahan DKI Pamer Kekayaan. ©2023 Merdeka.com

Kepala Seksi Peningkatan Kualitas Perumahan dan Kawasan Permukiman Suku Dinas PRKP Jakarta Utara, Selvy Mandagi, dinonaktifkan sementara. Penonaktifkannya buntut aktivitas anaknya memamerkan kemewahan.

Inspektur DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat mengungkapkan, Selvy mengaku tidak mengetahui bahwa anaknya mengunggah foto barang-barang mewah tersebut. Oleh karena itu, Pemprov DKI mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk mengimbau para ASN dan keluarganya agar bergaya hidup sederhana.

"Anaknya yang menampilkan itu semua di luar sepengetahuan orang tuanya," katanya, Jumat (5/5).

Bisa jadi Efek Beauty di Ponsel

Dia juga tak bisa memastikan apakah kemewahan yang ditunjukkan anak Selvy ke publik benar-benar barang berharga fantastis.

Seperti diketahui, anak dari Selvy kerap memamerkan barang-barang mewah seperti tas dan sepatu di media sosial. Hal itu membuat Selvy diperiksa Inspektorat dan dinonaktifkan sementara dari jabatan kepala seksi tersebut.

Namun demikian, Syaefuloh memberikan analogi bahwa sesuatu yang difoto dengan filter beauty atau efek kamera tertentu akan membuat objek tersebut menjadi lebih cantik.

"Ya jadi gini kan, terkadang kalau kita difoto ya pakai beauty, saya begini saja jadi cakep banget. Jadi berkaca dari beberapa kasus itu ternyata memang apa yang ada di foto dengan fisik yang kita lihat itu berbeda glowingnya, mungkin teman-teman (media) bisa menangkap ya (maksud saya)," kata Syaefuloh kepada wartawan, Kamis (4/5).

Pentingnya Gaya Hidup Sederhana

Saat terus dicecar, Syaefuloh enggan memberi penjelasan apakah tas milik Selvy tersebut asli atau palsu.

"Nah saya tidak perlu menjawab itu ya. Saya tidak bilang palsu, tapi kan tadi kira-kira analoginya kalau saya pake beauty kan jadi cakep banget," kata Syaefuloh menambahkan.

Dia berharap PNS DKI lainnya belajar dari kasus Selvy. Bergaya hidup sederhana jauh lebih membuat tentram.

"Maka hal yang paling ke depankan untuk preventif ke depan, Pemprov DKI sudah mengeluarkan SE Sekda kepada seluruh pegawai di Pemprov DKI Jakarta untuk menerapkan pola hidup sederhana," jelas Syaefuloh.

Rekomendasi