Dinkes DKI Imbau Warga Bergejala Covid-19 Arcturus usai Libur Lebaran Segera PCR

Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta dr. Ngabila Salama mengatakan, antisipasi puncak kasus Arcturus paling efektif adalah dengan deteksi dini.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
Dinkes DKI Imbau Warga Bergejala Covid-19 Arcturus usai Libur Lebaran Segera PCR
penelitian vaksin corona di as. ©2020 REUTERS/Bing Guan

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau seluruh pemudik yang kembali ke Ibu Kota untuk melakukan swab antigen, PCR, atau isolasi mandiri jika mengalami gejala Covid-19. Upaya itu dilakukan untuk mencegah lonjakan kasus subvarian Arcturus.

Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta dr. Ngabila Salama mengatakan, antisipasi puncak kasus Arcturus paling efektif adalah dengan deteksi dini. Maka dari itu, warga yang bergejala harus segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Upaya penyebaran virus yang masif terutama pascalibur hari raya dan antisipasi persiapan puncak gelombang kasus Arcturus dilakukan dengan melakukan deteksi dini. Segera lakukan antigen atau PCR," kata Ngabila dalam keterangannya, Rabu (26/4).

Adapun gejala yang dimaksud Ngabila adalah seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam, dan mata merah. Bagi yang mengalami gejala tersebut atau berkontak erat dengan pasien positif bisa melakukan pemeriksaan gratis di Puskesmas.

"Gratis untuk yang bergejala atau kontak erat kasus positif," tambah Ngabila.

Meski demikian, Ngabila menegaskan bahwa warga yang tak bergejala tak perlu melakukan PCR ataupun isolasi mandiri.

"Ini (swab antigen, PCR, atau karantina mandiri di rumah) sudah enggak perlu lagi. Yang penting kalau bergejala atau kontak erat, PCR gratis ke puskesmas kecamatan terdekat di Jakarta," jelas Ngabila.

Lebih lanjut, Ngabila mengungkapkan bahwa situasi Covid-19 di Jakarta dalam sepekan terakhir sudah sangat terkendali. Kasus positif dan kematian juga cenderung menurun.

"Namun, angka testing PCR menurun karena libur hari raya," kata Ngabila.

Rekomendasi