Polres Metro Jakarta Selatan telah memulai penyelidikan terkait kasus penipuan Qris palsu yang ditempel pada kotak amal masjid. Hasilnya, polisi berhasil mengungkap modus pelaku dalam melancarkan aksi penipuannya
"Laporan yang kita terima adalah dugaan penipuan dengan cara menukar kode Qris yang sudah ditetapkan oleh masjid kemudian ditukar oleh pelaku," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Ary Syam Indradi, Senin (10/4).
Dengan memanfaatkan layanan resmi Qris yang disediakan pihak masjid, pelaku akhirnya menempelkan Qris palsu untuk mengelabui jemaah memakai nama Restorasi Masjid.
"Sehingga ada orang yang diduga mentransfer ke Qris palsu itu. Ini yang masih kmi lakukan penyelidikan lebih lanjut. Dengan adanya laporan Qris palsu tersebut, kami akan komunikasi dan lihat barang bukti yang ada, gelar TKP, guna mencari siapa yang telah mentransfer Qris palsu tersebut," bebernya.
Advertisement
Ade Ary mengimbau, atas adanya fenomena QRIS palsu para jemaah yang hendak sedekah memakai fasilitas Qris agar lebih berhati-hati dan berkoordinasi dengan pihak masjid terlebih dahulu.
"Kami mengimbau masyarakat yang sedang datang ke masjid dan ingin menyumbang ke masjid dan ada QRIS. Kami berharap berkoordinasi dengan DKM masjid setempat agar bisa tepat sasaran ke masjidnya," tutupnya.
Kronologi Versi DKM Masjid
Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Nurul Iman, Blok M Square angkat bicara terkait kabar viral soal kasus penipuan scan atau barcode qris palsu di kotak amal. Tindakan itu dilakukan seorang pria memasang scan atau barcode Qris palsu di beberapa kotak amal.
"Iya, selanjutnya akan kita tindak lanjuti. Hari ini pihak kepolisian sudah dilibatkan," kata Sekretaris DKM Masjid Nurul Iman Blok M Square, Habibi Katin saat dihubungi, Senin (10/4).
Advertisement
Dia mengakui, kejadian viral seperti dalam video tersebut. Baru pertama kali terjadi di lingkungan di Masjid Nurul Iman, Blok M Square, diduga terjadi pada Kamis (6/4) sekitar 10.30 WIB.
"Baru ketahuan oleh kita hari Minggu, 9 April sekitar jam 11 siang. Kita lihat ada keanehan saja, biasanya di kotak-kotak infak itu enggak ada stiker Qris, terutama kotak bagian luar, nah ini ada stiker asing," ungkapnya.
"Kita curiga dan periksa semua kotak dan tiang-tiang serta dinding masjid, ternyata ada banyak stiker Qris yang mencurigakan itu. Maka setelah kita pastikan bukan punya pihak masjid, maka kita lepas semua. Setelah itu kita cek CCTV untuk mengetahui pelaku yang nempel stiker, dan ketahuan," tambah dia.
Walaupun demikian, Habibi menjelaskan pemasangan stiker Qris oleh pelaku dilakukan dengan meniban beberapa kotak yang memang telah dipasangkan stiker qris yang asli milik majid
"Sebenarnya enggak diganti, itu kan dia hanya pasang stiker qris pribadi. Kita juga ada beberapa kotak yang ada stiker Qris nya. Tapi di stiker nya ada keterangan nama masjidnya Masjid Nurul Iman Blok M Square. Nah yang pelaku tempel berbeda," jelasnya.