JakLingko Klaim Keluhan Saldo Pengguna TransJakarta Terpotong 2 Kali Berkurang

Direktur Utama PT JakLingko Indonesia Muhamad Kamaluddin menyampaikan, penurunan masalah ini sejalan dengan perbaikan teknis dan sistem yang dilakukan di lapangan.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
JakLingko Klaim Keluhan Saldo Pengguna TransJakarta Terpotong 2 Kali Berkurang
Penumpang Transjakarta kembali membeludak. ©2022 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

PT JakLingko Indonesia selaku sistem pembayaran transportasi umum TransJakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta mengklaim masalah saldo Kartu Uang Elektronik (KUE) terpotong dua kali (double deduct) semakin berkurang. Direktur Utama PT JakLingko Indonesia Muhamad Kamaluddin menyampaikan, penurunan masalah ini sejalan dengan perbaikan teknis dan sistem yang dilakukan di lapangan.

"Satu bulan lebih sejak pemberlakukan tarif integrasi pada Kartu Uang Elektronik perbankan, dan pemberlakuan aturan one man one card, dan kewajiban tap in dan tap out bagi seluruh pelanggan yang menggunakan Transjakarta, MRT Jakarta dan LRT Jakarta, PT JakLingko Indonesia melaporkan bahwa kendala-kendala yang terjadi pada awal implementasi sudah dapat semakin teratasi," kata Kamaluddin dikutip dari rilis resminya, Selasa (15/10).

Kamal menyatakan, per 4 Oktober atau di awal implementasi kebijakan baru sampai dengan hari ini, 3.464 transaksi senilai total Rp11.640.000 telah dikembalikan. Adapun total pelanggan yang melaporkan keluhan berjumlah 1.338 orang.

"Jumlah refund lebih besar dari keluhan dikarenakan, ada beberapa pengguna yang mengalami lebih dari satu kali kejadian double deduct di Transjakarta. Setiap harinya, laporan terkait hal tersebut yang tercatat di JakLingko Customer Care semakin sedikit, kurang dari 20 laporan per hari dan laporan yang masuk mayoritaspelanggan menfollow-up proses refund atas laporan mereka sebelumnya. Oleh karenanya, kami mohon agar pelanggan bersabar karena seluruh permohonan refund yang berhasil terverifikasi akan diproses pengembaliannya sesuai antrean." Jelas Kamal.

Kamal juga mengklaim, PT JakLingko Indonesia akan terus melakukan penyempurnaan integrasi sistem yang beragam dan terus berkoordinasi dengan TransJakarta. Kamal menyebut, masalah pemotongan saldo dua kali tidak pernah terjadi di operator MRT Jakarta dan LRT Jakarta.

Selanjutnya, jika masih ada pelanggan yang mengalami kejadian double deduct, Kamal meminta untuk segera melaporkannya ke JakLingko Customer Care pada nomor 0812-6000-1440.

"Apabila kejadian tersebut diverifikasi terjadi, maka pelanggan berhak mendapatkan refund atas transaksi tersebut melalui tiga pilihan cara pengembalian, yaitu melalui aplikasi JakLingko, transfer bank, atau transfer dompet elektronik," kata Kamal.

Sebelumnya, pengguna layanan TransJakarta Muya Emyus bersama Lembaga Perkumpulan Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia melaporkan dugaan korupsi selama pembuatan sistem pengelolaan keuangan tiket PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pelapor menduga sistem pengelolaan keuangan tiket mewajibkan konsumen atau pengguna untuk Tap In saat memasuki layanan dan Tap Out saat keluar TransJakarta terindikasi korupsi.

"Seperti kita ketahui, hingga saat ini PT TransJakarta masih memberlakukan sistem pembayaran tiket single tarif sama seperti yang digunakan pada layanan jalan Tol Jagorawi (Jakarta-Bogor) hanya perlu melakukan tap sebanyak satu kali. Dapat disimpulkan, sistem kontrol gate untuk tap hanya untuk pemotongan uang dalam kartu pengguna atau konsumen," kata Sekjen FAKTA Indonesia Ary Subagyo Wibowo dalam rilis resminya, Senin (14/11).

Ary mengungkapkan, layanan TransJakarta dengan skema tarif tunggal seharusnya tidak memerlukan kartu Tap In/Tap Out dan Gateway, seperti yang terjadi saat ini. Dia menilai, sistem itu menjadi pertanda TransJakarta menyalahgunakan anggaran dan kewenangan atau jabatan untuk memperkaya pihak lain dengan membangun sistem yang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.

"Berbeda dengan sistem kartu dan gate control dalam layanan transportasi KRL Jabodetabek oleh (KCI). Sistem gate control layanan KRL berfungsi untuk menghitung berapa kilometer perjalanan yang dilakukan dan berapa biaya tiket yang harus dibayarkan oleh konsumen. Layanan TransJakarta yang menggunakan sistem single tarif seharusnya tidak memerlukan kartu dan gate dengan sistem Tap In/Tap Out seperti saat ini," ujar dia.

Ary menilai, kebijakan ini telah menimbulkan kerumunan akibat antrean panjang. Hal ini terbukti dari banyaknya pesan, kritik dan laporan pengguna di media sosial dan media massa terkait pemotongan ganda uang konsumen TransJakarta saat Tap In dan Tap Out.

"Penggunaan sistem single tarif untuk pelayanan TransJakarta seharusnya mempermudah pengguna TransJakarta, namun sebaliknya justru memberatkan," ujar dia.

Ary menuturkan bahwa Musa Emyus selaku pengguna layanan TransJakarta telah melaporkan dan meminta KPK untuk melakukan pemeriksaan secara mendalam soal bocornya aliran keuangan PT TransJakarta yang diambil dari konsumen. Dia mendesak KPK memeriksa manajemen PT TransJakarta serta kontraktor proyek yang melakukan pembuatan proyek sistem kartu dan gate Tap In - Tap Out TransJakarta.

Rekomendasi