Taman-taman menarik kembali diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Kali ini, Anies meresmikan Taman Makam Tokoh Bangsa di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Pantauan di lokasi, Kamis (13/10), konsep Taman Makam Tokoh Bangsa menampilkan 15 galeri foto disertai biografi singkat para tokoh bangsa yang dimakamkan di TPU Karet Bivak.
Menurut Anies, Jakarta menjadi tempat di mana begitu banyak aktivitas pergerakan, aktivitas perjuangan hingga aktivitas kebangsaan. Itu sebabnya, banyak tokoh bangsa dari berbagai Indonesia yang berkarya dan wafat di Jakarta.
"Di Jakarta, mereka bisa saja lahir dari berbagai belahan Indonesia. Tapi mereka berkarya di Jakarta dan banyak dari mereka yang sampai akhir hayatnya di Jakarta," kata Anies.
Sejarah itulah yang membuatnya terpikir membuat Taman Makam Tokoh Bangsa dipercantik dengan galeri yang menampilkan memorabilia para tokoh.
"Kemudian muncul gagasan di mana tempat ini bisa menjadi tempat pembelajaran bagi semua. Biasanya museum yang mengisahkan tokoh itu jauh dari lokasi makamnya," jelas Anies.
Dia kemudian meminta jajaran dinas terkait membuat daftar para tokoh bangsa yang dimakamkan di TPU Karet Bivak. Karena menurutnya, setidaknya ada lebih kurang 80 nama tokoh bangsa yang dimakamkan di TPU Karet Bivak.
Nama-nama tokoh bangsa yang telah ada di galeri Taman Makam Tokoh Bangsa antara lain Pendiri Angkatan Udara RI Suryadi Suryadarma, Tokoh Sastrawan Betawi dan Indonesia S M Ardan, Sastrawan dan Penulis Indonesia Pramoedya Ananta Toer, hingga Tokoh Kemerdekaan dan Politik Indonesia Mohammad Natsir. Dia berharap, warga Jakarta banyak belajar dan mengenang perjuangan para tokoh setelah mendatangi taman tersebut.
"Ini adalah tempat di mana kita sebagai bangsa bisa mengambil pelajaran hikmah. Karena itulah kenapa kemudian saya undang ibu Kadis Tamhut dan perancang untuk bagaimana membuat tempat ini lebih dari sekedar pemakaman begitu saja," jelas dia.
Taman Makam Tokoh Bangsa ada di area TPU Karet Bivak, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat memiliki luas lahan 1.310 meter persegi dengan konsep modern. Kemudian luas bangunannya mencapai 980 meter persegi yang terdiri dari dua lantai.
Diketahui, luas keseluruhan TPU adalah 16 hektar dengan 63.000 petak makam yang terdiri dari masyarakat umum hingga tokoh. Pada bagian dalam gedung terdapat ruang galeri yang akan digunakan untuk memamerkan informasi digital para tokoh bangsa.
Reporter: Winda Nelfira
Sumber: Liputan6.com