Anies Baswedan Sebut 52 Ton Sampah Lewat Kali Ciliwung Setiap Hari

Proyek pengolahan sampah di Ciliwung ditargetkan selesai sebelum akhir tahun 2021.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
Anies Baswedan Sebut 52 Ton Sampah Lewat Kali Ciliwung Setiap Hari
Anies Tinjau Pembangunan Saringan Sampah. ©2022 Merdeka.com

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan kunjungan kerja ke Pembangunan Sistem Pengambilan dan Treatment Sampah Badan Air melalui Rekayasa Sungai atau saringan sampah pada Kali Ciliwung Segmen TB Simatupang di Jembatan TB Simatupang, Jakarta Selatan pada Senin (26/9).

"Pagi ini saya melakukan kunjungan kerja menyaksikan dari dekat pembangunan saringan sampah," kata Anies kepada wartawan, Senin (26/9).

Anies mengungkapkan, sebanyak 52 ton sampah yang lewat di segmen Sungai Ciliwung setiap harinya. Sampah tersebut setara dengan 1 bus Transjakarta tipe tronton. Oleh karena itu, saringan sampah ini diharapkan bisa mengendalikan sampah agar tidak masuk ke dalam kota.

"Kalau ini dibiarkan tiap bulan akan berada di pintu air Manggarai dengan jumlah yang fantastis," jelas Anies.

Adapun cara kerja penyaringan sampah ini adalah sampah akan diarahkan ke segmen sungai menggunakan ponton terapung yang diterapkan di lokasi saringan sehingga dapat menghindari efek bendung akibat sampah yang tertahan di badan air.

Kemudian, saringan dilakukan secara berlapis. Kegiatan pengambilan sampah dari badan Kali Ciliwung dapat dilakukan secara berjenjang, dari mulai saringan kasar sampai ke saringan lebih halus.

Untuk proses penyaringan tahap satu, digunakan untuk menangkap sampah-sampah ukuran di atas 50 cm, mengangkat dari badan air, menempatkannya di Conveyor untuk dihancurkan menjadi ukuran lebih kurang 5 cm-20 cm.

Kemudian, saringan tahap dua berfungsi untuk menangkap sampah-sampah ukuran di atas 20 cm, mengangkat dari badan air, menempatkannya di Conveyor dan kemudian membawa ke mesin penghancur atau Secondary Crusher untuk dihancurkan menjadi ukuran lebih kurang 3 cm–5 cm.

Lalu, terdapat dua proses pencacahan. Pada tahap satu, berfungsi untuk mencacah sampah berukuran besar (kayu, bambu, kasur, bekas bangunan, pertanian, dan lain-lain) menjadi ukuran 10-20 cm. Pencacah tahap dua berfungsi untuk mencacah sampah berukuran besar (kayu, bambu, kasur, bekas bangunan, pertanian, dan lain-lain) menjadi ukuran 3-5 cm.

Terdapat juga pemisah sampah otomatis yang berfungsi untuk memisahkan sampah halus dan sampah kasar sebelum sampah dimasukkan ke pencacah tahap dua. Untuk proyek ini, disediakan anggaran sebesar Rp195 miliar dan diharapkan dapat rampung sebelum tahun baru.

"Anggarannya sudah disiapkan untuk tahun 2020. Nilainya Rp195 miliar. Harapannya sebelum akhir tahun ini sudah selesai dan di musim penghujan mudah-mudahan besok hujan deras terjadi di kawasan hulu, maka air yang masuk ke Jakarta, daerah Sungai Ciliwung, tidak lagi air penghantar sampah tapi air yang sudah tersaring," kata Anies.

Rekomendasi