Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara soal banyaknya warga yang menolak pergantian nama jalan di Jakarta. Kebijakan pergantian nama jalan ditolak lantaran warga merasa direpotkan perihal perubahan dokumen kependudukan.
"Kami memahami warga itu menolak lebih kepada alasan karena dianggap nanti jadi harus repot mengubah identitas KTP, KK dan STNK," kata Riza Patria, kepada wartawan, Jumat (01/7) malam.
Pria yang akrab disapa Ariza ini berjanji, Pemprov DKI akan membantu warga mengurus dokumen kependudukan dan administrasi lainnya.
"Jadi saya kira masyarakat tidak perlu khawatir," sambungnya.
Advertisement
Lebih lanjut, Ariza mengatakan, penolakan dari warga atas pergantian nama jalan tidak perlu dipermasalahkan. Sebab, pihaknya melakukan pergantian nama tersebut untuk memberikan penghargaan dan penghormatan kepada tokoh Betawi yang namanya dipakai.
"Jadi tidak usah terlalu dipermasalahkan. Semua pergantian nama ini dimaksudkan baik untuk memberikan penghargaan penghormatan pada para tokoh betawi, tokoh Jakarta, juga ke depan supaya kita mengingat, mengenang dan bisa meneladani para tokoh-tokoh tersebut," papar Ariza.
Pemprov DKI tidak akan membatalkan kebijakan pergantian nama jalan meski diprotes warga. Karena ia menilai, hingga saat ini tidak ada permasalahan yang serius atas keputusan tersebut.
"Sejauh ini tidak ada masalah," tegasnya.