Kasat Intel Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Ferikson Tampubolon, menjadi korban pemukulan ketika sedang mengamankan unjuk rasa para mahasiswa Papua di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). AKBP Ferikson terluka setelah terkena pukulan benda tumpul.
"Lebih fatal lagi melakukan perlawanan dengan menggunakan alat (benda tumpul), melakukan penganiayaan terhadap pihak kepolisian yang notabene adalah menjaga, mengamankan, melayani aksi mereka," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Hengki Haryadi, kepada wartawan, Jumat (11/2).
Akibat luka yang diderita, AKBP Ferikson harus dilarikan keRumah Sakit (RS) Tarakan, Jakarta Pusat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
"Anggota kami yang terluka saat ini Kasat Intel ada di RS Tarakan sedang ditangani secara intensif mengalami luka-luka dan tadi sempat tidak sadarkan diri," tuturnya.
Sejumlah foto yang beredar memotret kondisi AKBP Ferikson. Kepalanya tampak berdarah. Bahkan masker putih digantungkan di lehernya penuh noda darah.
Demo yang semula berjalan kondusif mendadak ricuh ketika polisi mengimbau massa untuk menghentikan aksinya lantaran sedang pelaksanaan salat Jumat. Namun massa tetap memaksa hingga terjadi kericuhan.
Dari video yang beredar, tampak massa aksi dan polisi serta TNI melakukan aksi saling dorong.