Anies Sebut 15 Persen Anak-Anak Jakarta Belum Divaksinasi, Orang Tua Belum Izinkan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan 85 persen anak-anak Jakarta telah menerima vaksin, sementara 15 persen belum menerima vaksin. Salah satu penyebabnya karena orang tua belum mengizinkan vaksinasi.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Anies Sebut 15 Persen Anak-Anak Jakarta Belum Divaksinasi, Orang Tua Belum Izinkan
Vaksinasi Pelajar Tangsel. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan 85 persen anak-anak Jakarta telah menerima vaksin, sementara 15 persen belum menerima vaksin. Salah satu penyebabnya karena orang tua belum mengizinkan vaksinasi.

"Yang 15 persen ini belum tervaksin, umumnya karena orang tua belum mengizinkan," ucap Anies di Kantor DPD Golkar DKI, Sabtu (4/9).

Mendapati data tersebut, Anies berharap seluruh pihak yang menyelenggarakan vaksinasi di Jakarta dapat secara aktif mengimbau para orang tua agar mengizinkan anak-anak mereka mendapatkan suntikan vaksin Covid.

Sebab, imbuhnya, pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah diimbau seluruh pelajar dan guru telah divaksinasi untuk meminimalisir penularan virus. Jika anak-anak belum menerima vaksin secara tidak langsung proses belajar di sekolah tertunda.

"Sekolah memang tidak diharuskan vaksin karena kalau diharuskan nanti anak bisa kehilangan hak dia, kehilangan hak vaksin lalu kehilangan hak belajar, padahal keputusan tidak vaksin bukan pada dia, keputusan pada orangtua," ujarnya.

Berdasarkan data terakhir dari corona.jakarta.go.id pada 3 September 2021, dosis pertama pada remaja sudah diberikan kepada 656.157 orang dan dosis kedua 468.108 orang.

"Padahal keputusan tidak vaksin bukan pada dia (anak), keputusan pada orang tua," ujarnya.

Selain anak-anak yang belum divaksinasi, Anies mengungkapkan masih ada 2,7 juta rakyat Ibu Kota yang belum divaksin. "Kita berharap ini bisa tuntas dan mengejar 2,7 juta agak berbeda dengan di awal. Kalau di awal mencapai 2,7 itu rasanya cepat karena pada waktu itu banyak orang yang mau datang, kalau sekarang ini 2,7 juta ya dari dulu tidak bergerak sudah berbulan-bulan. Ada vaksinasi juga belum bergerak jadi perlu extra effort," pungkas Anies.

Rekomendasi