Kurva Penularan Covid-19 di Jakarta di Angka 1, Anies Ingatkan Pentingnya PSBB

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan jumlah kasus saat ini menunjukkan pentingnya intervensi. Merujuk hasil penelitian para epidemiologi, sejak April hingga saat ini kurva penularan terus mengalami penurunan secara bertahap.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Kurva Penularan Covid-19 di Jakarta di Angka 1, Anies Ingatkan Pentingnya PSBB
Anies Baswedan. ©2020 Merdeka.com

Lebih dari dua bulan sejak kasus positif Covid-19 di Indonesia diumumkan oleh pemerintah, angka penambahan kasus terus merangkak naik. Dari 2 kasus menjadi 16 ribu lebih.

Provinsi dengan kasus Covid-19 terbanyak ada di Provinsi DKI Jakarta. Data terakhir, 15 Mei sudah 5.697 orang terpapar virus Corona dengan jumlah yang sembuh sebanyak 1.286 orang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan jumlah kasus saat ini menunjukkan pentingnya intervensi. Merujuk hasil penelitian para epidemiologi, sejak April hingga saat ini kurva penularan terus mengalami penurunan secara bertahap.

Pada April, Pemprov DKI Jakarta mulai melakukan intervensi dengan menerbitkan sejumlah Pergub, seperti pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebelum diterbitkannya Pergub, Anies menuturkan pihaknya sudah mulai menutup sekolah, pusat perbelanjaan, atau tempat-tempat yang menimbulkan kerumunan. Namun, imbuhnya, hal tersebut masih berupa imbauan.

"Lalu kemudian kita masuk intervensi. Dengan intervensi itu nanti akan ketemu angka baru namanya RT, reproduction at certain time after intervention. Sebelum ada intervensi di Jakarta, menurut epidemiologi datanya 3,5 4,5 artinya 1 orang mengidap Covid-19 bisa menularkan 3,5 orang atau 4 orang," ujar Anies memaparkan dalam Live Stream Feast Volume 3, Sabtu (16/5).

Lebih lanjut, mantan Menteri Pendidikan itu menuturkan, kurva penularan di DKI terus turun setelah adanya intervensi seperti pelaksanaan PSBB, jaga jarak fisik. Angkanya menyentuh di angka 1. Angka tersebut dianggap sebagai refleksi pentingnya tidak berkegiatan di luar rumah.

Sejak PSBB tahap pertama 10-23 April diterapkan, persentase orang-orang berkegiatan di luar rumah sebesar 40 persen. Jika persentase tersebut terus ditekan menjadi 20 persen, Anies mengatakan kurva penularan berpotensi di angka 0,5-0,3.

"Kalau kita lihat dilakukan intervensi mulai angka reproduction mengalami penurunan secara bertahap di Jakarta, dan hari ini di Jakarta RT nya berkisar 1," jelasnya.

"Angka bagus itu bila dia (penularan) di bawah 1. Sampai 0,3 0,5 maka praktis sudah kita harus menuju sampai itu kita sudah turun dari 3,5 4,5 ke 1 merupakan penurunan luar biasa."

Rekomendasi