Guna mempercepat proses revitalisasi, selama kurang lebih 45 hari ke depan jalur 10 Stasiun Manggarai tidak bisa melayani naik dan turun penumpang. Penutupan yang dilakukan pada Rabu (23/1) itu karena adanya pekerjaan konstruksi dengan alat berat.
Penutupan ini merupakan hasil koordinasi yang sudah dilakukan antara BTPWJB, PT KAI Daop 1 Jakarta, dan PT KCI.
"Mulai malam hari ini kereta juga akan mengalami keterlambatan rata-rata 2 menit karena penutupan di jalur 10 ini," tukas Deputi EVP Daop 1 Jakarta, Sofyan Hasan di Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (22/1).
Dengan penutupan jalur 10 tersebut, maka para pengguna jasa di Stasiun Manggarai yang akan menuju Depok/Bogor dilayani KRL di jalur 8, 5, dan 4. Sementara untuk jalur 9 merupakan jalur yang dikhususkan untuk kereta bandara.
Selain melayani tujuan Depok/Bogor, jalur 5 Stasiun Manggarai juga melayani KRL lintas Bogor/Depok-Jatinegara dan Bogor/Depok-Jakarta Kota. Sementara untuk jalur 4, selain melayani KRL tujuan Depok/Bogor juga melayani KRL tujuan Bekasi/Cikarang.
Saat ini, pekerjaan revitalisasi Stasiun Manggarai masih dalam proses pembangunan, khususnya yang berada di jalur 8, 9, dan 10 merupakan jalur aktif yang saat ini dikhususkan untuk KRL lintas Jatinegara- Depok/Bogor dan Jakarta Kota-Depok/Bogor.
"Nantinya, stasiun Manggarai akan dibangun menjadi tiga lantai yang memisahkan perjalanan KRL lintas Bogor/Depok-Jatinegara/Jakarta Kota, KRL lintas Bekasi-Jakarta Kota, kereta bandara, dan kereta jarak jauh," ujar Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten, Jumardi.
Saat ini, PT KCI mengoperasikan 936 perjalanan KRL dengan 71% perjalanan diantaranya melintas Stasiun Manggarai.
Selain dilalui KRL, Stasiun Manggarai juga dilalui kereta jarak jauh, kereta barang, dan kereta bandara dengan total perjalanan 725 perjalanan kereta per hari sehingga menjadikan Stasiun Manggarai sebagai stasiun tersibuk di Jabodetabek.
Reporter: Ratu Annisaa Suryasumirat
Sumber: Liputan6.com