Tak ada CCTV di TKP, polisi kesulitan ungkap kasus penembakan mobil karyawan JICT

Tak ada CCTV di TKP, polisi kesulitan ungkap kasus penembakan mobil karyawan JICT. Polisi meminta agar seluruh gedung dipasangkan CCTV. Hal ini guna memudahkan mengungkapkan segala sesuatu kejahatan.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Tak ada CCTV di TKP, polisi kesulitan ungkap kasus penembakan mobil karyawan JICT
Ilustrasi Penembakan. ©2015 Merdeka.com

Polres Tanjung Priok kesulitan mengungkap pelaku penembakan mobil Chevrolet Spark milik karyawan operasional PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) bernama Sugiyanto. Sebab, polisi tak temukan CCTV di lokasi tersebut.

"CCTV enggak tercover masih dicari CCTV jauh lagi. Kalau teknik-teknik penyelidikan pasti ada lah kami kan, intinya kalau belum terang kan belum ini," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Eko Hadi Santoso di Polda Metro Jaya, Rabu (4/7).

Oleh karena itu, kata Eko, pihaknya meminta agar seluruh gedung dipasangkan CCTV. Hal ini guna memudahkan mengungkapkan segala sesuatu kejahatan.

"Ya kan cuman saran, kalau masang CCTV saran. Beda sama luar negeri, di luar negeri CCTV kewajiban loh. Kalau bangun gedung, ada perdanya ini ini diatur," katanya.

Eko menambahkan, polisi juga terus menggali keterangan seluruh karyawan dan petugas keamanan JICT sebagai saksi dalam kasus tersebut. Namun, kata dia, sejauh ini keterangan yang disampaikan para saksi tak signifikan.

"Kalau saksi sudah menyebut ada orang yang dicurigai pasti kami sudah melakukan penangkapan, iya dong. Belum, belum (mengarah ke pelaku)," pungkasnya.

Rekomendasi