Cek tata kelola air, Pemprov DKI 'ketok pintu' gedung tinggi di Thamrin

Sebelum berangkat sidak, Anies menyampaikan pihaknya telah membentuk tim untuk melakukan pengawasan.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Cek tata kelola air, Pemprov DKI 'ketok pintu' gedung tinggi di Thamrin
anies baswedan. ©2018 Merdeka.com/Hari Aryanti

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melakukan sidak ke gedung-gedung yang ada di kawasan Sudirman-Thamrin, Senin (12/3). Sidak dilakukan untuk memeriksa pengelolaan gedung khususnya terkait pengelolaan air, limbah, dan sumur resapan.

Dalam sidak ini, Anies ditemani Tim Pengawasan Terpadu Sumur Resapan, Instalasi Pengolahan Air Limbah dan Air Tanah. Gedung pertama yang disasar ialah Hotel Sari Pan Pasific. Anies bertemu dengan pengelola gedung dan hotel dan setelah itu tim menuju bagian belakang bangunan.

Sebelum berangkat sidak, Anies menyampaikan pihaknya telah membentuk tim untuk melakukan pengawasan.

"Kita akan mendatangi gedung-gedung itu per hari. Akan didatangi lima tim dan satu tim terdiri dari 10 orang. Ini seperti razia gedung tinggi untuk memastikan mereka menaati semua aturan," jelasnya.

Anies menyampaikan ada tiga tujuan dilakukan razia ini. Pertama memeriksa sumur resapan, memeriksa ketersediaan IPAL dan memeriksa pengelolaa air tanah sumur dalam. Ia mengatakan gedung-gedung tinggi sering memanfaatkan air dari sumur dalam. Tapi setelah dikelola tak dikembalikan lagi ke tanah melainkan dibuang. Seharusnya air yang dipakai harus dikembalikan ke tanah, bukan dialirkan ke luar.

"Semua terkait pengelolaan gedung tinggi untuk melihat seluruh peraturan dan pengecekan fasilitas yang dimilikinya untuk taat pada peraturan-peraturan di wilayah DKI," jelasnya.

Pemeriksaan atau razia akan dilakukan sampai 21 Maret ini. Jika ditemukan ada gedung yang tak lengkap fasilitasnya, maka tak akan langsung diberi penindakan. Tim sebelumnya akan meminta pengelola gedung melakukan perbaikan. Jika kemudian tak dilaksanakan, baru sanksi akan diterapkan.

"Kita akan cek lapangan dulu tapi yang jelas kita tidak akan sungkan menindak dan akan sangat tegas," tegas mantan Rektor Universitas Paramadina ini.

Razia akan dimulai kawasan Sudirman-Thamrin. Di kawasan ini terdapat 80 bangunan dan 68 pengelola.

Rekomendasi