Mezanin Tower II di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ambrol pada Senin (16/1) menimbulkan efek yang cukup dahsyat. Solihin, salah satu pekerja menceritakan saat mezanin ambrol, getaran begitu terasa hingga ke ruangan tempatnya kerja di lantai 9.
"Getarannya lumayan besar. Saya saja terasa sampai tempat saya kerja," kata Solihin, di sekitar gedung BEI, kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (16/1).
Awalnya, Solihin mengira gempa dan hal itu membuatnya makin panik. Solihin bergegas turun. Sambil menuruni anak tangga menuju lantai dasar, dia sempat menengok ke jendela dan tak menyangka banyak orang dibopong keluar gedung.
"Saya takut kalau naik lift nanti tiba-tiba jatuh kan," ujar pria yang tinggal di daerah Tangerang itu.
Tiba di lobi gedung, dia baru sadar bahwa apa yang terjadi bukanlah gempa bumi melainkan mezanin Tower II BEI roboh. Dirinya bergegas menghubungi rekannya yang berada di atas maupun sedang istirahat.
"Saya telepon teman kantor saya, yang lagi makan siang, di atas atau di mana untuk turun," ucapnya.
Sampai pukul 19.00 Wib, usai seluruh karyawan di evakuasi dari gedung, Solihin tak bisa pulang. Sebab kunci motor dan rumahnya tertinggal di atas. Hingga akhirnya dirinya dipersilakan mengambil barang barangnya dan diberi waktu hanya lima menit.
Tak hanya mengambil kunci, saat sudah tiba di lantai 9, dirinya diminta membawa delapan belas laptop yang tertinggal di atas untuk keperluan kerja rekan-rekan kantornya. Akhirnya, Solihin berhasil membawa komputer jinjing itu bermodal dua tangan dibantu salah satu rekannya.
"Akhirnya saya berdua naik ambil laptop sekitar 18 buah lari-lari karena dikasih waktu cuman lima menit. Itu kita naik lift barang," katanya.