Anies sebut ribuan Satpol PP dirotasi karena sering lalai tugas

Anies sebut ribuan Satpol PP dirotasi karena sering lalai tugas. Jika mengandalkan personel lama sering kali melalaikan tugasnya. Karena menganggap itu masalah yang sudah sering terjadi sehingga dibiarkan begitu saja sehingga perlu orang baru.

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
Anies sebut ribuan Satpol PP dirotasi karena sering lalai tugas
Anies apel Satpol PP. ©2017 Merdeka.com

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan alasannya merotasi 3.648 personel Satpol PP untuk memberikan penyegaran. Terlebih banyak personel Satpol PP yang telah bekerja bertahun-tahun di tempat atau wilayah yang sama.

"Salah satu kesimpulannya adalah banyak petugas yang sudah terlalu lama di tempat yang sama sehingga suasananya sudah menjadi bagian dari tempat itu, kalau di tempat itu ada masalah belum tentu dia menyelesaikan masalah bahkan merasa normal-normal saja karena itu kita melakukan rotasi besar-besaran," kata Anies di Lapangan Monas, Jumat (29/12).

Lanjutnya jika mengandalkan personel lama sering kali melalaikan tugasnya. Karena menganggap itu masalah yang sudah sering terjadi sehingga dibiarkan begitu saja sehingga perlu orang baru.

"Sehingga sudah menjadi kebiasaan hal yang terasa menjadi masalah pun tak terasa sebagai masalah, karena sudah terlalu terbiasa di tempat yang sama berinteraksi dengan urusan yang sama hari ini menandai kebaruan," katanya.

Anies juga tidak akan toleransi jika terdapat personel Satpol PP yang melakukan penyimpangan hukum contohnya melakukan pungli. Jika terdapat Satpol PP yang menyimpang sanksi tegas harus ditegakkan.

"Selanjutnya kita akan zero tolerance pada penyimpangan. Artinya tidak ada pelanggaran yang dibiarkan setiap pelanggaran harus mendapat sanksi macam-macam mekanisme kita akan tegakkan berdasarkan prinsip good governance bukan suara gubernur. Jadi bukan selera saya hukuman yang mau bagaimana. Tetapi pakai aturan sehingga kita menegakkan rasa keadilan," ujar dia.

Dia mengungkapkan lama personel Satpol PP yang menganbi di suatu wilayah membuka celah melakukan pelanggaran. Sehingga jalan satu-satunya adalah dengan merotasi dan menempatkan personel baru.

"Di sisi lain kita sampaikan kepada mereka mempunyai di tempat baru. Maka jalankan dengan kebaruan dengan pendekatan yang berbeda dari sebelumnya mudah-mudahan jadi awal baru," katanya.

Rekomendasi