Ditolak Djarot, program Supeltas disambut baik Anies

Anies mengungkap belum ada pembicaraan mengenai mekanisme honor.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Ditolak Djarot, program Supeltas disambut baik Anies
Sukarelawan pengatur lalu lintas. ©2015 merdeka.com/arie sunaryo

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendukung program Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) milik Ditlantas Polda Metro Jaya. Program itu sebelumnya ditolak oleh Djarot Saiful Hidayat. Anies mengungkapkan akan membuat tim untuk lakukan mengkaji Supeltas."Kita akan kaji terus, ini ide menarik. Buat tim kecil kita lakukan langkah-langkahnya," ujar Anies di Balai Kota, Rabu (1/11).Namun, Anies mengungkap belum ada pembicaraan mengenai mekanisme honor. Hal itu sebelumnya menjadi permasalahan ketika Pemprov menolak masuk anggaran."Belum sampai kesitu nanti kita bahas lebih jauh," kata Anies.Pagi ini, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim Paggara dan jajarannya mendatangi Balai Kota untuk membicarakan masalah lalulintas di DKI Jakarta. Halim juga membawa proposal Supeltas kepada gubernur untuk meminta dimasukan ke anggaran 2018."Kami sarankan supaya dianggarkan tahun 2018. Anggaran untuk honor mereka," kata Halim terpisah.Sebelumnya Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan mulai melatih Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) untuk mengatur lalu lintas. Supeltas merupakan para pak ogah yang biasa mengatur di jalan untuk mendapat uang receh.Pada masa kepemimpinan Djarot Saiful Hidayat, proposal untuk dimasukkan anggaran ditolak. Menurut Djarot, efektivitas Supeltas belum ada kajian dan dipertanyakan.

Rekomendasi