Debat Pilgub DKI, warga diberi kesempatan bertanya ke pasangan calon

Debat Pilgub DKI, warga diberi kesempatan bertanya ke pasangan calon. Dari sekian pertanyaan yang dirumuskan, nantinya paslon itu sendiri yang akan memilih pertanyaan dari warga. Sebab, pertanyaan tersebut akan dimasukkan ke dalam tempat untuk diundi.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Debat Pilgub DKI, warga diberi kesempatan bertanya ke pasangan calon
Debat Pilgub DKI 2017. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

KPU DKI Jakarta menyajikan inovasi baru dalam debat kandidat Pilgub DKI Jakarta putaran kedua. Tak hanya dari panelis, pelbagai pertanyaan yang akan dilempar ke pasangan Basuki T Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno berasal juga berasal dari masyarakat. Debat yang mengusung tema 'Dari Masyarakat Untuk Jakarta' terbagi menjadi 5 sub tema. Yakni pelayanan masyarakat pendidikan dan kesehatan, penataan pantai, bidang usaha, transportasi dan perumahan. Dari lima isu tersebut, masing-masing isu diwakili 15 warga yang netral atau tak berafiliasi dengan salah satu paslon manapun. Sehingga, setidaknya ada 75 orang warga yang merumuskan pertanyaan untuk kedua paslon. "Kami membentuk task force kelompok kerja terdiri dari mereka yang ahli di bidangnya, profesional dan akademis, tidak berafiliasi kepada salah satu pasangan calon, lalu kan sudah ada lima subtema," kata Komisioner KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (12/4). Pemilihan warga perumus pertanyaan itu pun tak sembarang dilakukan oleh KPU DKI. Sebelum membuat pertanyaan warga pun diminta untuk menandatangani pakta integritas sebagai bukti tak berafiliasi dengan salah satu peserta debat.Setelah itu baru dilakukan diskusi mengenai pertanyaan paslon. Meski tak tahu pertanyaan apa yang dirumuskan oleh perwakilan masyarakat itu, namun Betty memastikan pertanyaan yang dirumuskan tak menyudutkan salah satu pihak. "Pertanyaan itu generik untuk kedua pasangan calon dan itu persoalan warga. Kami tidak tahu pertanyaan itu sama sekali," ujar Betty."Jadi apa yang mereka rasakan sebagai warga DKI Jakarta. Sebagai warga DKI Jakarta tentu mereka obyektif menilai bahwa ini yang dialami," tambahnya.Dari sekian pertanyaan yang dirumuskan, nantinya paslon itu sendiri yang akan memilih pertanyaan dari warga. Sebab, pertanyaan tersebut akan dimasukkan ke dalam tempat untuk diundi."Iya (diundi). Kan ada ball sendiri. Nanti mereka ambil pertanyaan yang mereka siapkan," tutupnya.

Rekomendasi