Di mata warga, manajer JKT48 yang bunuh diri sosok baik dan dermawan

Di mata warga, manajer JKT48 yang bunuh diri sosok baik dan dermawan. "Dia suka ngasih duit sama petugas-petugas di sini. Kalau Lebaran dia suka kasih sembako gitu, sama duit juga," kata tukang warung yang sering didatangi Inao.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Di mata warga, manajer JKT48 yang bunuh diri sosok baik dan dermawan
Manajer JKT48. ©kapanlagi.com

Salah satu manajer JKT48, Inao Jiro, ditemukan tewas bunuh diri. Keluarga dan orang-orang yang mengenal Inao kaget dengan kabar itu.Seperti yang diceritakan Mama Haris, tukang warung di sekitar rumah Inao di Pondok Aren. Dia mengaku terakhir kali berjumpa pada Inao pada Minggu 19 Maret lalu. Saat itu, Inao hendak membeli rokok."Dia suka beli rokok sini mas, Marlboro mentol," katanya saat ditemui merdeka.com, Rabu (22/3)."Kalau sekalinya beli 2 sampai 4 bungkus, ya seminggu tuh bisa dua atau tiga kali beli," sambungnya.Mama Haris mengaku, setiap Inao membeli rokok, dirinya selalu tak mengerti bahasa yang digunakan. Inao sebagai WN Jepang memang tak terlalu fasih berbahasa Indonesia."Dia (Inao) orang Jepang, susah ngomong Indonesia. Jadi kalau mau beli kadang-kadang bawa bungkus rokok. Jadi kita ngerti dia mau beli rokok," katanya.Inao dikenal baik di lingkungan sekitar. Sebab, Inao sering membagi sedikit rejekinya kepada petugas kebersihan."Dia suka ngasih duit sama petugas-petugas di sini. Kalau Lebaran dia suka kasih sembako gitu, sama duit juga mas," akhirnya.

Rekomendasi