Polisi sebut pemilik rumah di Pondok Indah tak kenal perampok

Padahal pelaku mengaku kerja di Exxon sebagai pengawal korban.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Polisi sebut pemilik rumah di Pondok Indah tak kenal perampok
Perampokan rumah di Pondok Indah. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Polisi masih terus mengembangkan kasus perampokan di Pondok Indah. Terlebih, ada pengakuan dari pelaku berinisial AJ yang kenal dengan pemilik rumah Asep Sulaiman.Asep merupakan mantan Vice President Exploration ExxonMobil Indonesia dan AJ adalah pengawalnya. Namun, dari pengakuan Asep, dia tidak mengenal pelaku."Fakta hukum bahwa tersangka menyatakan pernah bekerja di Exxon Mobil, dia mengakui kerja sejak 2010 sampai 2016. Ini harus dikonfirmasi juga sama Exxon. Exxon juga kita panggil. Diketahui tersangka pernah melakukan pengawalan selam lima bulan terhadap korban Bapak Asep Sulaiman. Tapi itu kan perlu kroscek dulu yah. Karena pengakuan korban dan tersangka beda," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono, Senin (5/9).Selain itu, usai memeriksa tujuh saksi, polisi juga memburu tiga orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang diduga terlibat aksi perampokan itu.Seperti diketahui, polisi menyebut korban penyanderaan di rumah mewah kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan hanya dikurung di kamar. Pelaku juga sempat menodongkan senjata api kepada korbannya."Maksudnya di sana disandera itu selama kejadian korban berada di bawah tekanan di dalam kamarnya dan (pelaku) sempat menodongkan senjata api)juga ya itu yang terjadi. Kalau disekap dalam artian ya di dalam kamarnya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi saat dihubungi merdeka.com, Minggu (4/9).Meski begitu, polisi tetap memastikan ada tindakan pencurian dengan kekerasan dilakukan para pelaku. Sebab, tiga korban penyanderaan diminta ponsel serta dompetnya."Kemarin kan terjadi penodongan kemudian meminta ponsel, dompet. Nah, itu kan pencurian dan kekerasannya terbukti," ujar Awi.

Rekomendasi