Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengharapkan Pembantu Pembina Keluarga Berencana (PPKB) Rukun Warga (RW) memperhatikan kesehatan warga juga. Bukan hanya kampanye program KB, namun mengontrol kehamilan warga.Informasi yang dia dapat selama ini, PPKB tak ubahnya seperti sales yang menawarkan KB."Kalau tugas bapak dan ibu hanya kasih tahu orang ikut MKJP (Model Kontrasepsi Jangka Panjang), ya buat apa? Cuma ngomong gitu doang? Emangnya bapak ibu itu salesman atau salesgirl?" katanya saat memberikan sambutan dalam kegiatan pembekalan dan motivasi kader PPKB RW di Ecovention, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (26/7). Menurutnya, percuma jika para orangtua di ibukota memiliki anak yang sedikit, namun kesehatannya tidak baik. Ini berdampak terhadap kualitas manusia Jakarta ke depannya."Anak sudah sedikit, enggak sehat lagi. Mendingan anak banyak. Buat apa anak sedikit, penduduk kita berkurang, tapi orangnya tidak tangguh sebagai SDM?" terangnya.Mantan Bupati Belitung Timur ini mencontohkan kasus Aminah, ibu hamil yang meninggal saat perjalanan ke rumah sakit pada Kamis lalu. Belajar kasus itu, dia meminta petugas PPKB memberikan perhatian lebih kepada ibu hamil."Saya enggak mau lagi lihat kejadian ada ibu hamil meninggal sama anaknya. Mereka harus diperhatikan rutin kontrol di puskesmas," tutup Ahok.
Kasus Aminah, Ahok sindir petugas KB mirip salesman & salesgirl
Menurutnya, petugas KB lebih sibuk penyuluhan bukan mengontrol kesehatan warga yang hamil.
Advertisement
Rekomendasi