Kaos 'Turn Back Crime' (TBC) yang dipopulerkan Kombes Krishna Murti mendadak booming di kalangan masyarakat usai aparat kepolisian melumpuhkan teroris di Jalan MH Thamrin, beberapa bulan yang lalu. Sejak itu, kaos itu mendadak dijual bebas di pasar-pasar.Antara kaos yang asli dan palsu hampir tak ada bedanya. Pembedanya hanya di harga. Saking mudahnya di dapat, kaos tersebut belakangan banyak disalahgunakan pelaku kejahatan.Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menegaskan Turn Back Crime bukan atribut kepolisian Indonesia, melainkan seragam khusus dari International Police (Interpol)."Jadi Interpol justru mengapresiasi sosialisasi Turn Back Crime. Mulai dari pesawat Air Asia yang mensponsori TBC sampai memasyarakatnya ke anak muda," ujarnya di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (24/5).Dengan moto itu, kata Badrodin, diharapkan semua pihak saling melawan segala bentuk kejahatan. Namun, yang terjadi di Tanah Air, sejumlah pelaku kejahatan malah memakai baju tersebut dalam aksinya."Diharapkan sebetulnya bukan TBC sebagai uniform, tapi TBC sebagai moto. Bahwa kejahatan harus dicegah dan diberantas. Jangan sampai menggunakan atribut lambang itu kemudian digunakan untuk kejahatan, ini malah sebaliknya," ujarnya."Karena itu saya minta media juga sosialisasikan TBC bukan uniform tapi motonya dari Interpol," pungkasnya.
Kapolri sebut moto Turn Back Crime lawan kejahatan bukan sebaliknya
"Diharapkan sebetulnya bukan TBC sebagai uniform, tapi TBC sebagai moto," kata Badrodin.
Advertisement