Ahok sebut pernah marahi Sunny karena bela pengusaha soal UMP

"Istri saya bisa pengaruhi saya enggak, enggak bisa," kata Ahok.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Ahok sebut pernah marahi Sunny karena bela pengusaha soal UMP
Ahok diperiksa KPK. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan tidak ada seorang pun yang dapat mempengaruhinya dalam mengambil keputusan, termasuk Sunny Tanuwidjaja. Ahok sapaan Basuki bercerita, dia pernah meradang dan memarahi Sunny karena mencoba mempengaruhinya dan berpihak ke pengusaha."Gue enggak mau diatur. Emang lu pikir gampang ngatur gue iya kan. Misalkan contoh misalnya dia (Sunny) ngatur gue soal kebijakan ya enggak mungkin. Istri saya bisa pengaruhi saya enggak, enggak bisa," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Selasa (12/4).Kala itu, Ahok masih menjabat wakil gubernur, Sunny mendampingi mantan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi, protes menolak kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP)."Inget enggak dulu kasus UMP yang kita sempat ingin naikin sampai 5 kali gara-gara KHL. Wah Sofjan Wanandi dia datang marah-marah kan Apindo dulu dia bersama Sunny. Belain dia (Sunny), bilang kemahalan (UMP-nya), ya pukul meja. Sesekali lagi ikut campur awas lu (Sunny). Jadi gue yang putusin," jelasnya.Sunny, kata Ahok, memang bertindak sebagai pengatur antara dirinya dengan Sofjan di Balai Kota. Dia menggambarkan kondisi ruangan kala itu sangat ribut karena pembahasan yang alot. Hal itu karena Ahok tetap akan menaikkan UMP mengacu pada survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL)"Ribut semua di atas. Ya sunny atur dadakan aja di ruangan berantam. Berantam setengah mati sama pengusaha gue turunin enggak? Enggak mau tau aku. Tapi kami mau tutup. Ya tutup aja semua, gue beli," terangnya.Ahok bersikeras ingin menaikkan UMP sampai harus ribut dengan pengusaha karena kebutuhan dan desakan warga. Sehingga, dalam mengambil keputusan dia mengaku mendengar dulu uneg-uneg warga terutama soal KHL."Aku enggak peduli lu mau ngancam gw ribut juga enggak peduli. Apa perlu bela pengusaha? Bukan karena sistem KHL," tegas Ahok."Dasar membuat UMP adalah survei kehidupan layak, saya pikirkan sistem. (Sebenarnya) Saya enggak mau berantem capek. Kamu pengusaha atau rakyat, selama sistem seperti itu pun saya akan pertahankan," sambungnya.

Rekomendasi