Thoriq Sulistyo pemilik warung kopi berkedok eksploitasi anak ABG sudah berulang kali diperingatkan warga. Pengakuan warga setempat, Thoriq tinggal di Kavling DKI, kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, sejak empat tahun yang lalu."Awalnya dia jual minuman keras tapi setelah diperingatkan dia mulai menjual kopi, mie rebus, snack kecil-kecilan," kata Jaya salah satu warga RT 08/06 Kavling DKI Kelurahan Cipedak, Jagakarsa Jakarta Selatan, Jumat (11/3).Kecurigaan warga dimulai sejak setahun lalu. Warga mulai resah lantaran banyak anak ABG yang bukan warga setempat kerap berdatangan. Tak hanya itu, mereka kerap kali berpakaian mini dan berdandan tebal padahal usianya masih SMP."Mereka datang menggunakan seragam sekolah kemudian ganti baju seksi padahal masih kecil, sudah kaya rumah sendiri saja. Pakai celana pendek (hot pants)," ungkapnya kepada merdeka.com.Dia menuturkan, warung Thoriq memang sudah ramai sejak sore atau usai pulang sekolah didatangi para ABG belia. Tak hanya itu, motor dan mobil juga kerap memenuhi jalan komplek tersebut."Kalau malam ada mobil orang luar parkir di sini. Kalau malam Minggu lebih banyak lagi. Mobilnya sekelas Avanza-lah," tutur dia.Jaya yang merupakan salah satu warga yang dituakan, mengaku pernah masuk ke dalam warung kopi itu. Saat itu ia melihat ada tujuh remaja yang berpakaian minim di dalamnya. "Saya masuk langsung ada cewek. Ada 7 orang lagi bercengkrama," ungkapnya.Biasanya, warung Thoriq ini mulai buka pada jam 8 pagi hingga jam 8 malam. Namun, sebelum ada posko penjagaan yang berjarak 100 meter dari warung itu, tempat itu ramai hingga dini hari.
Cerita soal warung Thoriq, jual makanan kecil sampai 'anak kecil
Banyak siswi SMP nongkrong di warung itu dan memakai baju minim.