Tolak digusur, pengacara warga Kalijodo gugat SP 1 ke PTUN Jaktim

"Saya curiga Pak Ahok sengaja membenturkan Polri TNI dan masyarakat Kalijodo," ujar Razman.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tolak digusur, pengacara warga Kalijodo gugat SP 1 ke PTUN Jaktim
Operasi Pekat di Kalijodo. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Pengacara warga Kalijodo, Razman Arif Nasution akan mendaftarkan menggugat surat peringatan (SP) satu penggusuran lahan Kalijodo ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Timur. Gugatan itu dilayangkan agar ada penundaan penggusuran kawasan tempat hiburan malam di Kalijodo."Jadi satu jam mulai dari sekarang saya akan daftar ke PTUN Jaktim perihal SP 1 yg diberikan Wali Kota. Gugatan sudah kami lampirkan format dan berkas-berkas yang ada. Kami berharap PTUN putuskan dan perintahkan tunda eksekusi yang sesuai perintah gubernur Ahok ini," ujar Razman di Kalijodo, Senin (22/2).Razman mengaku, selama ini dia memantau perkembangan masyarakat Kalijodo yang ketakutan dengan banyaknya aparat yang berjaga. Dia berharap hal penjagaan tersebut dilakukan secara profesional.Terkait operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilakukan polisi gabungan Sabtu lalu (20/2) Razman meragukan penemuan senjata tajam."Senjata tajam, yang katanya milik Pak Daeng katanya, kita buktikan saja. Saya juga lihat kemarin itu Ojolali ada polisi di dalam, foto tidak ada yang tinggal di dalam, media juga tidak diajak. Harusnya bawa media ke dalam supaya di shoot, ini mereka baru mau di shoot setelah barbuk di meja ini kan belum tahu barang-barang itu dari dalam atau gimana," terang Razman."Kafe kan belum tahu milik pak Daeng atau Ali, ya silakan Kingstar dikatakan milik Ali, karena kan semua hanya disebut inisialnya A saja, Aziz atau Ali kan sama. Kemudian ada temuan panah, panah beracun tombak silakan saja, tapi gimana dengan minuman dengan minuman yang diminum aparat di sana, ruangan yang diacak-acak dan pintu ditendangi," tambah Razman.Razman juga menuding ada upaya untuk membenturkan warga Kalijodo dengan aparat. "Saya curiga Pak Ahok sengaja membenturkan Polri TNI dan masyarakat Kalijodo," tambahnya.Razman berharap bahwa razia pekat tersebut jangan dengan cara yang menimbulkan dugaan yang mencurigakan. "Barang-barang itu tadi bagaimana? Dari dalam atau gimana? Jangan dipaksa-paksa, nanti kita uji saja, kalau sudah panggil saya sebagai kuasa hukum, panggil saya," tuturnya.

Rekomendasi