Gaji tak dibayar petugas kebersihan terpaksa ambil ikan di waduk

Kadis Tata Air berdalih gaji terlambat karena alokasi honor PHL belum cair.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Gaji tak dibayar petugas kebersihan terpaksa ambil ikan di waduk
Waduk Ria Rio kekeringan. ©2015 merdeka.com/djoko poerwanto

Puluhan Pekerja Harian Lepas (PHL) dari unit satgas banjir dan operator alat berat yang bekerja di waduk Ria Rio mengeluhkan gaji mereka yang belum dibayar pihak Dinas Tata Air DKI Jakarta. Salah seorang PHL, Mic (27) mengatakan, gaji untuk bulan Januari ini belum kunjung diterima.Padahal, biasanya gaji pekerja dibayarkan per tanggal 5, namun sampai saat ini belum diberikan. Dia mengeluh karena gaji tersebut dibutuhkan untuk membeli kebutuhan sehari-hari."Utang sudah banyak di warung-warung, tetapi honor belum turun juga. Kalau ada nomor HP Pak Gubernur, saya mau melapor," kata Mic di Jakarta, Selasa (9/2).Di waduk Ria Rio sendiri terdapat 40 anggota satgas dan empat operator alat berat yang bertugas di sana. Akibat gaji belum cair, jika haus para pekerja ini sampai harus meminum perasan air tebu yang tumbuh di sekitar waduk. Sementara, jika lapar, mereka mengandalkan ikan-ikan yang ada di dalam waduk.Mendapat banyak keluhan dari petugas, Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta, Teguh Hendarwan, baru merespon. Dia berdalih gaji PHL belum diberikan karena alokasi anggaran honor tak kunjung cari.Teguh menyebut, masalah keterlambatan pembayaran gaji pekerja tidak hanya terjadi di instansinya. Namun juga terjadi di dinas-dinas lain di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta."Anggarannya kan belum cair. Semua juga begitu kok," saat dihubungi, Selasa (9/2).Kendati demikian, dia berjanji gaji PHL waduk Ria Rio yang belum dibayarkan, akan cair dan diberikan minggu ini. "Minggu ini udah dibayarkan kok," tandasnya.

Rekomendasi