Ini kronologi pengemudi GO-JEK ditusuk juru parkir hingga tewas

Adu mulut pun diakhiri dengan pemukulan.

Muchlisa Choiriah
Oleh Muchlisa Choiriah - Reporter
Ini kronologi pengemudi GO-JEK ditusuk juru parkir hingga tewas
Ilustrasi Pembunuhan. ©2015 Merdeka.com

Dua juru parkir, Syaiful dan Fauzi, dibekuk Polres Metro Jakarta Utara setelah terbukti melakukan pengeroyokan hingga menewaskan salah seorang pengemudi GO-JEK, Pian (19), beberapa waktu lalu. Berdasarkan keterangan pelaku, pengeroyokan dilakukan karena sebelumnya Saiful sempat mengalami kekerasan oleh kakak korban, yakni Suhardi."Jadi salah satu pelaku yakni Saiful ini di hari sebelumnya sempat adu cekcok dengan kakak korban yakni Suhardi. Suhardi sempat melakukan kekerasan kepada kedua pelaku. Jadi ini kejadian ada sebab akibatnya, bukan tiba-tiba penusukan," kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Susetio Cahyadi, Senin (21/12).Susetio menjelaskan, kejadian bermula pada 8 Desember 2015 lalu. Saat itu Saiful beradu mulut dengan kakak korban di lokasi yang sama, yakni di depan NAV Sunter Agung, Jakarta Utara. Adu mulut pun diakhiri dengan pemukulan yang dilakukan oleh Suhardi ke Saiful."Tak terima dengan perlakuan yang diterima, keesokan harinya Saiful yang dibantu oleh Fauzi pun menyiapkan diri untuk membalas perlakukan Suhardi. Mereka menyiapkan senjata untuk membalasnya. Dan ternyata Suhardi memang datang kembali ke tempat itu," ungkapnya.Dia melanjutkan, esok harinya Suhardi memang kembali memarkirkan motornya di situ. Namun saat Suhardi hendak meninggalkan parkiran, dirinya dihadang pelaku dan cekcok."Suhardi ini hendak membayar parkiran motor, tapi Syaiful tak mau dibayar dan langsung memukul Suhardi dengan tangan kosong. Kemudian Suhardi langsung pergi meninggalkan parkiran sambil mengatakan 'tunggu gue balik lagi'," ungkapnya.Tak lama kemudian, Suhardi kembali dengan adiknya yakni Septiawan. Sedangkan di lokasi, Syaiful sudah menunggu dengan Fauzi. Mereka pun akhirnya ribut dengan saling pukul memukul, yang akhirnya berujung penusukan di paha kiri Septiawan alias Pian. Pelaku pun melarikan diri usai kejadian tersebut."Penusukan mengakibatkan Pian kehabisan. Tak lama kemudian petugas kami datang dan langsung mencoba melarikan Pian ke rumah sakit. Namun dirinya meninggal dunia dalam perjalanan," tutupnya.Pelaku kini diamankan di Polres Jakarta Utara sesuai dengan pasal 170 ayat 2 nomor 3 KUHPidana tentang pengeroyokan yang mengakibatkan meninggal dunia.Sebelumnya, Pengemudi GO-JEK Septiyan alias Pian (20) tewas setelah ditusuk oleh juru parkir liar di depan NAV Karaoke samping Mal Sunter, Rabu (9/12). Korban tewas saat mencoba melerai keributan antara kakaknya, Suhardi dengan juru parkir liar.Pian tewas akibat pendarahan akibat disayat dan ditusuk senjata tajam di bagian paha sebelah kanan bagian bawah.

Rekomendasi