Kasus perusakan kantor GO-JEK, manajemen diperiksa polisi

Kepolisian juga akan mengumpulkan semua CCTV yang ada di sekitaran lokasi kejadian tersebut guna menyelidiki insiden itu

Muchlisa Choiriah
Oleh Muchlisa Choiriah - Reporter
Kasus perusakan kantor GO-JEK, manajemen diperiksa polisi
kantor GO-JEK ditembak. ©2015 Merdeka.com

Polres Metro Jakarta Selatan terus melakukan penyelidikan terkait dugaan teror di kantor pelatihan karyawan jasa layanan ojek online atau GO-JEK di Jalan Kemang Selatan VIII Nomor 56, Jakarta Selatan, Minggu (1/11) kemarin. Sejumlah saksi dipanggil terkait insiden tersebut termasuk pihak manajemen GO-JEK."Terkait penembakan kantor GO-JEK, hari ini rencananya Polres Metro Jakarta Selatan akan memanggil beberapa orang, termasuk yang bertanggung jawab terhadap kantor GO-JEK tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal, Senin (2/10). Pemanggilan tersebut menurut Iqbal, untuk pemeriksaan dan memberikan keterangan lengkap terkait insiden yang terjadi pukul 10.35 WIB itu. Selain itu, pihak kepolisian juga akan mengumpulkan semua CCTV yang ada di sekitaran lokasi kejadian tersebut guna menyelidiki insiden itu."CCTV sedang kita kumpulkan ada atau tidak, jalan menuju kesana kita sesuaikan dengan waktu kejadian. Sabar saja, penyidik sedang bekerja," paparnya.Sebelumnya, kantor pelatihan karyawan GO-JEK di Jalan Kemang Selatan VIII Nomor 56, Jakarta Selatan pada Minggu (1/11) diduga ditembak orang tak dikenal. Kejadian tersebut menyebabkan kaca kantor mengalami kerusakan parah, sedang pelaku kabur dan sampai saat ini masih belum bisa dibekuk pihak kepolisian.Namun, pihak GO-JEK membantah telah terjadi perusakan itu dilakukan dengan cara ditembak. Hal itu diungkapkan GO-JEK melalai akun Twitter miliknya yang terverifikasi @gojekindonesia, Minggu (1/11). Manajemen penyedia jasa online ini juga menegaskan tidak ada korban dalam kejadian itu."Kami ingin klarifikasi bahwa tidak ada peluru yang ditemukan di lokasi, hanya kepala obeng yang digunakan tersangka," kicaunya.Sementara itu, polisi juga mendalami bahwa hancurnya kaca kantor GO-JEK bukan akibat tembakan senjata api. Ini terlihat dari pecahan kaca di lokasi kejadian.Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti menduga bahwa peluru berbentuk obeng itu tidak berasal dari senapan. Untuk mengetahui lebih lanjut, pihaknya akan mendalami apakah kasus ini penembakan atau bukan."Terkait pecahan kaca belum tahu belum tentu proyektil. Peluru logam yang kami lihat itu belum menunjukkan kasus penembakan namun dengan kasus pecahan kaca kami akan dalami," kata Krishna.

Rekomendasi