Cerita anak Kp Pulo tinggal di rusun: Gak asyik gak renang di kali

Tapi sejumlah anak terlihat senang karena ada perpustakaan keliling.

Dede Rosyadi
Oleh Dede Rosyadi - Reporter
Cerita anak Kp Pulo tinggal di rusun: Gak asyik gak renang di kali
Banjir kiriman genangi Kampung Pulo. ©2012 Merdeka.com/Imam Buhori

Banyak cerita miring dari warga Kampung Pulo yang digusur soal fasilitas di Rusunawa Jatinegara Barat. Rusun itu memang diperuntukkan bagi warga Kampung Pulo yang digusur.

Sebagian keluhan datang dari anak-anak yang biasa akrab dengan permainan alam seperti bola dan mandi di kali.

Husen (12) dan Kamil (13) tidak begitu gembira dengan perpustakaan keliling yang disediakan Pemprov DKI. Mereka hanya sesekali melihat-lihat buku yang dipajang."Nggak asyik di sini. Nggak bisa main bola, nggak bisa berenang di kali, nggak bisa main burung, nggak bisa mancing," papar Husen saat ditemui merdeka.com di rusun itu, Selasa (25/8)."Iya di sini juga nggak ada lapangan bola, enakan di rumah yang lama," sambung Kamil.Mereka juga masih tak terbiasa tinggal dengan hunian model rusun. "Nggak biasa tinggal di sini. Nggak bebas," pungkas Husen.Tapi kebahagiaan justru terlihat di wajah anak-anak lainnya. Mereka senang, bisa menikmati perpustakaan keliling secara gratis.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Suka sih, ada buku-buku banyak. Bisa baca buku sepuasnya di sini," kata M. Sidiq (12).Sidiq tidak sendiri, banyak anak-anak pindahan Kampung Pulo lainnya yang ikut menikmati perpustakaan keliling itu. Ada berbagai jenis buku bacaan yang disediakan, mulai dari komik, ensiklopedia, aneka binatang, dan kisah nabi."Ini lagi baca buku gambar-gambar binatang, kisah nabi," kata Sidiq.

Rekomendasi