Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku geram atas kinerja PNS Pemprov DKI. Sebab, mereka dinilai tak becus bekerja. Bahkan banyak yang memainkan batu akik ketika di kantor."Masa cuma gosok-gosok batu akik dikasih jabatan, di-staf-kan saja yang begitu. Makanya tugas SKPD mulai sekarang pindahkan pegawai yang malas-malas, karena PNS yang rajin itu kasihan jadi korban," kata Ahok saat melantik pejabat Pemprov DKI di Gedung Balai Agung, Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (3/7).Menurutnya, sistem jenjang karier yang diterapkan membuat malas. Alhasil, PNS yang telah menjabat kepala dinas menjadi tak serius melayani warga."Sudah terbiasa puluhan tahun di negeri ini, orang mengira seolah-olah jabatan struktural PNS sistemnya berjenjang jika sudah naik jabatan nggak turun-turun. Orang yang pindah-pindah dari posisi satu ke posisi lain itu orang nggak beres tuh," terang dia.
Advertisement
Di era kepemimpinannya, Ahok mengaku bakal menerapkan sistem prestasi kepada anak buahnya. PNS junior tetapi memiliki kinerja moncer dan lolos seleksi bakal dipromosikan."Kalau anak baru (masa kerjanya belum lama) hasil tesnya bagus, dia bisa di promosikan. Kita jadikan dia kepala dinas tanpa main atau menunggu golongan jenjang karier," terang dia.Tak hanya itu, mantan Bupati Bangka Belitung ini bakal mengawasi kinerja bawahannya dengan ketat. Jika mereka terbukti abai kepada masyarakat langsung ditindak tegas."Jangan coba-coba nipu saya. Saya enggak terlalu bodoh. Kalau pejabat melakukan kesalahan pertama saya tegur, kedua ditegur lagi dan ketiga kali saya diem saja, artinya dicopot saja. Filosofi pohon mangga, kalau enggak berbuah disikatin aja, kalau enggak berbuah juga kita tebang. Mana yang ngeyel dibuang saja, saya mau hasil kerja yang bagus," ujarnya.
Advertisement
Apa yang disampaikan Ahok itu bukan gertak sambal. Dia terbukti telah mencopot tujuh kepala dinas. Mereka dinilai tak bekerja sesuai yang diharapkannya. Pergantian ini dilakukan setelah dilakukan evaluasi kinerja selama 6 bulan."Ada tujuh pejabat eselon II setingkat kepala dinas yang akan diganti," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI, Agus Suradika.Ketujuh kepala dinas yang dicopot oleh Ahok, yaitu Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman Nandar Sunandar, Kepala Dinas Kebersihan Saptastri Ediningtyas, Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi Benjamin Bukit, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) Joko Kundaryo, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Zaenal Soleman, Kepala Dinas Tata Air Agus Priyono dan Kepala Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) Noor Syamsu Hidayat."Ada beberapa di antara 30 pejabat eselon III yang telah lolos seleksi terbuka lelang jabatan eselon II menggantikan posisi kepala dinas itu," pungkas dia.