Kerja dishub tak becus Ahok mau cari pengganti dari TNI-Polri

Dia menilai Dishub yang saat in sangat lemah bahkan mengatasi angkot ngetem saja tak kunjung beres.

Mohammad Yudha Prasetya
Kerja dishub tak becus Ahok mau cari pengganti dari TNI-Polri
Ahok. ©2014 merdeka.com/fikri faqih

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengaku sudah gusar atas kinerja Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta. Dia menilai, Dishub DKI sama sekali tak menguasai penuh segala permasalahan yang menjadi tanggung jawab SKPD-nya tersebut.Ahok, sapaan Basuki, menilai Dishub DKI tak becus menertibkan angkot yang ngetem di bahu jalan, serta mengurus proyek electronic road pricing (ERP) yang makin tak jelas bagaimana kelanjutannya."Dishub sekarang lemah mengawasi angkot yang ngetem, padahal ada CCTV, ada petugas juga dibayar Rp15 ribu per timer," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/6).

Dia menambahkan, jika dirinya belum juga mendapatkan pengganti Benjamin Bukit untuk mengisi kekosongan posisi Kadishub DKI, maka ia akan menawarkan jabatan tersebut kepada anggota TNI dan Polri, dengan prasyarat harus pensiun terlebih dahulu."Saya mau tawarkan jabatan Kadishub kepada TNI-Polri. PNS malas mau kita stafkan saja, saya cuma bayar gaji PNS malas atau yang nggak benar tanpa TKD," jelasnya.Sebenarnya, kata Ahok, dia tak minta yang macam-macam dari seorang kepala dinas. Tapi mengingat banyaknya masalah di Jakarta, dia berharap semua kepala dinas punya nyali, berani dan jujur pada jabatannya.Hal ini diakui Ahok menjadi agak sulit dicari, karena sebenarnya banyak pejabat DKI yang jujur dan berkinerja bagus. Namun terkendala golongan jabatan jika ingin diangkat menjadi Kadishub DKI Jakarta."Di DKI mau cari pengganti pejabat tidak gampang, karena dia sudah puluhan tahun. Tapi yang baik-baik golongannya III D, untuk jadi Kadis itu IV C sebetulnya. Ada toleransi turun hanya satu tingkat, yaitu ke IV B," ujar Ahok.

Rekomendasi