Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menjanjikan pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) terus bertambah. Dari 54 lokasi yang direncanakan, sudah 45 yang dipastikan akan dibangun salah satunya di Kepulauan Seribu yang bakal diresmikan Juli mendatang."Jadi tahu enggak masalah utama yang 54 lahan ini, itu masalah sosial mapping-nya bukan bangunnya. Tadi juga saya katakan, saya enggak mau RPTRA itu ada pembersih cleaning service atau satpam. Ini kan tujuannya masyarakat memiliki taman," kata pria yang disapa Ahok di Balai Kota, Jakarta, Jumat (19/6).Dia tak menutup mata pasti akan ada kendala dari proyek ini. Sebab, mayoritas tanah di Jakarta diduduki mereka yang tak punya sertifikat."Hampir semua tanah kita didudukin orang, dibuat bengkel, cuci mobil, nyewain lapak, nyewain rumah, ada yang ditempati pensiunan, macam-macam kan. Nah itu yang saya bilang, ini tugas walikota membereskan terus jangan bebankan perusahaan CSR untuk turun dengan ormas atau apapun, jadi bagian dari kita," kata dia.Masalah lainnya soal perawatan taman. Ahok berharap perawatan taman bukan cuma tugas pemerintah daerah, tapi kesadaran masyarakat juga sangat dibutuhkan karena mereka yang setiap hari menggunakannya."Ini kan taman kalian bersama, jangan berpikir ini taman pemerintah. Nah ini yang saya bilang BPMPKB harus dilatih. Kalau tidak, enggak lucu dong bayar gaji orang bisa Rp 20 juta tiap bulan. Kalau Rp 20 juta per bulan, kita punya 300 cleaning service, habis Rp 60 miliar tiap tahun. Enggak lucu gitu, itu kan memang masyarakat harus sama-sama merasa memiliki," ujarnya.Sebagian taman yang dikerjakan nantinya akan dikelola menggunakan dana CSR. "Kita kasih kesempatan perusahaan untuk CSR, mereka cantumin nama. Ini saja perusahaan mau MoU, kalau saya bisa cantumin nama besar-besar, terus tiba-tiba 2 tahun, taman anda berantakan, saya malu dong. Dikira saya ngga ikutan, makanya kita buat MoU, kalau kita jamin bisa ikut," tutup dia.
Mau buat ruang anak, Ahok kesal banyak lahan diserobot warga
Menurut Ahok, rata-rata nilai pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak cuma Rp 400-900 juta, sudah sama bangunan.