Seorang camat berinisial YP (35) dilaporkan ke polisi, karena menodongkan airsof gun ke seorang warga. Kejadian ini bermula ketika korban bernama Romlih H Solo (50) datang ke Kampung Asem RT 06 RW 05, Kalideres, Jakarta Barat. Di lokasi itu, korban menyapa pelaku. Namun, Pelaku malah mengira korban akan menagih hasil dari jual beli tanah yang dilakukan keduanya."Kejadiannya dini hari jam 00.30 WIB. Korban menegur pelaku namun pelaku menjawab jangan basa-basi, pelaku tersebut menjawab sambil mengeluarkan benda menyerupai senjata api," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Martinus Sitompul di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (20/1). Martin mengungkapkan, korban masih sepupu dari camat tersebut. Lalu camat itu menodong senjata ke arah korban sambil mengancam akan menembak korban. "Gue tembak lu," kata Martin menirukan ucapan pelaku. Lebih lanjut, Martin menuturkan reaksi korban yang kebingungan karena tidak mengerti maksud dari pelaku yang membahas masalah jual tanah. "Sambil menepis senjata, korban bilang, tanah yang mana?" tutur Martin.Dalam kejadian ini diketahui, pelaku menembakkan senjatanya ke tanah hingga warga sekitar berdatangan karena mendengar suara tembakan dan sontak warga langsung melerai keduanya. Korban telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Kalideres. Kasus ini masih ditangani oleh Kepolisian. Namun, dari hasil pemeriksaan terakhir, diketahui senjata yang dipakai pelaku ialah airsoft gun. "Senjata yang dipakai pelaku bukan senjata api. Tapi airsoft gun," kata Martin.Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Metro Kalideres Ajun Komisaris Andika Urassyidin membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, airsoft gun yang dimiliki pelaku tidak berizin. Sekarang barang bukti tersebut disita oleh Polsek Metro Kalideres.
Ditegur sepupu, camat di Kalideres malah todongkan airsoft gun
Pelaku mengira korban meminta jatah hasil bisnis jual beli tanah.
Rekomendasi