Harga BBM turun, tarif angkutan di Terminal Kalideres tak berubah

Takut harga BBM naik lagi, Ahok belum putuskan tarif baru untuk angkutan umum.

Sherly Iskandar
Oleh Sherly Iskandar - Reporter
Harga BBM turun, tarif angkutan di Terminal Kalideres tak berubah
razia angkot. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Pemerintah kembali menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Organda DKI memutuskan sudah mengusulkan tarif baru di mana tarif angkutan turun Rp 500.Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, belum menentukan sikap. Itu juga yang jadi alasan Kepala Terminal Kalideres Fredy Manalu belum berani meminta pengusaha menurunkan tarif mereka."Kita juga lagi nunggu pemberitahuan dari Dishub dan Organda. Nanti kalau sudah ada pemberitahuan kita sampaikan," kata Fredy ketika ditemui di kantornya, Selasa (20/1).Nantinya, harga yang akan diturunkan berkisar antara 500 rupiah hingga 1000 rupiah."Paling kalau sudah diberi tahu, turunnya antara 500 sampai 1000. Tapi sejauh ini belum ada keluhan kok dari para penumpang," pungkasnya.Berikut tarif angkutan umum usulan Organda:

- Bus sedang AC dari Rp 7.500 menjadi Rp 7.000

- Bus besar AC dari Rp 9.500 menjadi Rp 9.000

- Bus kecil dari Rp 4.000 menjadi Rp 3.500

- Khusus angkutan umum taksi tidak ada perubahan tarif karena tarif taksi dibuat dua pilihannya yaitu tarif atas dan tarif bawah. Batas tarif bawah Rp 7.500/km selanjutnya Rp 4.000, waktu tunggu/jam Rp 45.000. Sedangkan tarif atas flag fall Rp 8.000/km selanjutnya Rp 4.600. Waktu tunggu/jam Rp 55.000.Sebelumnya, Ahok sendiri mengaku pusing karena harga BBM naik turun berdampak ada penyusunan tarif yang berlaku."Memang repot juga, pemerintah buat kebijakan minyak itu disubsidi 1000 rupiah, kalau 100 rupiah subsidi, naik turun pasti terjadi. Masa tiap dua minggu mesti sesuain tarif," kata Ahok, hari ini.

Rekomendasi