Langkah Djarot tuai simpati politisi Kebon Sirih

Panasnya hubungan eksekutif dengan legislatif ingin coba diredakan Djarot, bagaimana caranya?

Didi Syafirdi
Oleh Didi Syafirdi - Reporter
Langkah Djarot tuai simpati politisi Kebon Sirih
Djarot Saiful Hidayat. ©2014 Merdeka.com

Kehadiran Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat membuat hubungan dengan DPRD DKI sedikit mencair. Djarot mau 'turun gunung' menemui politikus Kebon Sirih.Selama ini hubungan antara eksekutif dengan legislatif memang panas. Sang Gubernur DKI Basuki T Purnama berulang bersitegang dengan DPRD. Sampai-sampai Ahok pun ditolak menjadi orang nomor satu di DKI.Kondisi ini sepertinya yang ingin dicairkan oleh Djarot. Kemarin, dia mengunjungi Gedung DPRD DKI untuk saling mengenal satu sama lain. Dia membantah selama ini hubungan Ahok anggota DPRD DKI, khususnya dari Koalisi Merah Putih tidak akur."Siapa bilang tegang? Enggak ada apa-apa," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (19/12).Mantan wali kota Blitar itu menambahkan, karena tidak ada ketegangan maka pembicaraan yang dilakukan hanya biasa-biasa saja. Menurutnya, pertemuan seperti ini harus sering dilakukan."Ya ketemu saja, ngobrol-ngobrol. Kami perlu melakukan pertemuan dengan DPRD supaya komunikasi kami lancar," tutup mantan Bupati Blitar ini.

Lalu, apa kata politikus DPRD?

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana mengapresiasi langkah Djarot. Triwisaksana atau kerap dipanggil Sani menilai Djarot memiliki cara komunikasi berbeda dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)."Beliau orangnya santun, komunikatif, bersahaja, berbeda sama gubernurnya," ungkap Sani di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (19/12).Dia menambahkan, pertemuan yang dilakukan antara mantan wali kota Blitar dengan DPRD DKI Jakarta hanya silaturahmi. Namun sempat mereka sedikit membahas percepatan pembahasan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) DKI Jakarta 2015."Tadi ada bahas sedikit soal percepatan pengesahan RAPBD, tetapi lebih ke silaturahmi. Mencairkan hubungan antara eksekutif dan legislatif," ungkap Sani.Selain turun bertemu anggota DPRD, nantinya aksi Djarot juga akan lebih terlihat. Pasalnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memang memintanya menggantikan menggantikan kebiasaan Joko Widodo saat jadi gubernur yaitu blusukan."Kalau Pak Djarot enggak masalah nanti kulitnya jadi item, ya enggak apa-apa, blusukan aja," katanya.

Rekomendasi