Dalam waktu dekat Kementerian Pekerjaan Umum (PU) segera mengeluarkan rekomendasi teknis proyek Jakarta Integrated Tunnel (JIT). Demikian kata Komisaris Utama PT Antaredja Mulia Jaya (AMJ), Wibisono. Dia mengaku sudah bertemu dengan Menteri PU Djoko Kirmanto untuk membahas tentang proyek JIT itu."Dalam pertemuan itu, Pak Menteri sudak oke. Kami diminta menghitung head loss air di dalam tunnel, dan sudah kami hitung. Dalam waktu dekat ini menteri PU akan mengeluarkan rekomendasi teknis, supaya awal tahun depan kita bisa langsung ground breaking (peletakan batu pertama)," kata Wibi, Sabtu (18/10).Selain itu, Wibi melanjutkan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), perusahaan swasta pertama di Indonesia yang bergerak di bidang pengusahaan jalan tol, melalui pembangunan dan pengoperasian tol di Indonesia.CMNP ini menyatakan tertarik dengan proyek JIT, yang selain sebagai terowongan pengendali banjir juga berfungsi sebagai jalan tol bawah tanah sebagai solusi mengatasi kemacetan Jakarta. Apalagi masa konsesi pengelolaan tol dengan sistem BOT (build operate transfer) tergolong menggiurkan, antara 45 - 50 tahun.Sementara untuk target penggarapan proyek, Wibi berharap tahun depan sudah bisa dikerjakan. "Kalau untuk FS (feasibility study/study kelayakan), sekarang kita sedang mau soil investigation (penyelidikan tahap awal) dan penyelesaian basic desain," terang Wibi menegaskan.Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sudah menyetujui proyek JIT ini. JIT merupakan sistem terowongan terpadu sebagai solusi untuk masalah transportasi dan pengendalian banjir di Ibu Kota Jakarta.Proyek ini rencananya bakal dibangun di dua titik lajur yang masing-masing sepanjang 12 km. Lajur pertama untuk menghubungkan Balai Kambang-Manggarai, yakni untuk menampung air dari Kali Pesanggrahan sekaligus sebagai solusi kemacetan daeh itu. Lajur kedua menghubungkan Manggarai-Pasar Minggu untuk menampung air Kali Ciliwung.Kedalaman terowongan ini sekitar 5 meter hingga 15 meter dari permukaan tanah dengan diameter 11 meter. Total dana yang dibutuhkan mencapai Rp 12 triliun untuk masing-masing jalur, sehingga total anggaran diproyeksikan sebesar Rp 24 triliun.Adapun untuk strategi pembiayaan dibebankan APBN atau APBD, untuk masing-masing jalur sebesar Rp 6 triliun yang dibayar selama tiga tahun. Sehingga total dana yang ditanggung APBN atau APBD sebesar Rp 12 triliun. Adapun dari sektor swasta untuk masing-masing jalur Rp 5,9 triliun, sehingga total yang ditanggung swasta sebesar Rp 11,8 triliun. Jadi, total anggaran proyek JIT ini menjadi Rp 23,8 triliun.JIT ini berbeda dengan proyek terowongan Smart milik Malaysia. Perbedaan itu di antaranya, secara struktur Smart berupa Single Barrel Tunnel dengan diameter 14 meter, sementara JIT berupa Double Barrel Tunnel dengan diameter 2 x 11 meter.Perbedaan lain, pengendalian banjir pada terowongan Smart dengan cara melakukan sodetan, sementara pada JIT pengendalian banjir dilakukan dengan cara mem-baypass Sungai Ciliwung di bagian hulu ke arah hilir untuk menghindarkan bagian atau ruas sungai.
Menteri PU segera keluarkan rekomendasi teknis proyek JIT
"Dalam pertemuan itu, Pak Menteri sudah oke. Kami diminta menghitung head loss air di dalam tunnel," kata Wibi.
Rekomendasi