Ingin beli Palyja dan Aetra, Jokowi terganjal LBH

"Masih ada persoalan gugatan LBH ke Palyja. Dan itu perlu dilihat semuanya," ungkap Jokowi.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Ingin beli Palyja dan Aetra, Jokowi terganjal LBH
perawatan pipa Palyja. ©2013 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) membenarkan adanya rencana pembelian operator air bersih Lyonese Jaya (Palyja) dan Aetra. Lalu menyerahkan kepemilikannya kepada PT Jakarta Propertindo (Jakpro).Tapi rencana ini masih belum dapat terealisasi karena adanya kendala hukum. Pasalnya Lembaga Bantuan Hukum (LBH) melakukan gugatan kepada Palyja.Jokowi menambahkan, gugatan yang dilakukan oleh LBH terkait kepemilikan kebutuhan warga yang dikuasi oleh swasta. Oleh karena itu dirinya memerintahkan Jakpro untuk membeli kedua operator air bersih tersebut."Tapi kita sudah perintahkan ambil alih. Kemarin seharusnya sudah, tapi ini malah mundur-mundur aja. Karena masih ada persoalan gugatan LBH ke Palyja. Dan itu perlu dilihat semuanya," ungkapnya usai meresmikan Pasar Ciplak, Jakarta Timur, Kamis (27/2).Mantan Walikota Solo ini mengatakan, alasan utama pembelian kedua operator air bersih ini karena air bersih merupakan keperluan semua warga Jakarta. Dan segala sesuatu yang menyangkut warga Jakarta harus dikelola oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta."Secepatnya akan kita proses, ini masih dalam proses di sisi hukum dan sisi keuangan. Tapi urusannya Jakpro," tegasnya.

Rekomendasi