Pernyataan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono yang menyebut kerusakan Bus Transjakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) yang baru didatangkan dari China akibat terkena air patut dipertanyakan. Menurut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, omongan tersebut sangat aneh."Masa di dalam kapal tongkang kena air laut. Kita kan ngirim gini ndak sekali dua kali," kata Jokowi di Balai Kota Jakarta, Senin (10/2).Jokowi mengatakan, jika memang kerusakan itu dikarenakan air laut seharusnya dinas terkait langsung membersihkannya dengan antikarat ketika bus-bus itu tiba.Jokowi mengakui hal itu terjadi karena belum diterapkannya sistem electronic catalogue serta electronic purchasing. Ke depan, untuk menghindari hal tersebut terjadi maka sistem ini akan diterapkan."Makanya kita mau evaluasi lagi. Saya tidak akan komentar dulu, jadi saya nunggu cek lapangan dulu," pungkasnya.Sebelumnya, sebanyak 5 dari 90 bus baru Transjakarta dan 10 dari 18 bus baru untuk Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) mengalami kerusakan di sejumlah komponennya. Misalnya, banyak komponen berkarat, berjamur, dan beberapa instalasi tidak dibaut. Bahkan ada yang tidak ada fanbelt mesin.Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, membenarkan adanya kerusakan beberapa komponen bus Transjakarta dan BKTB yang baru diluncurkan beberapa waktu lalu.Pristono menyebutkan bahwa kerusakan itu terjadi saat proses pengapalan dari China ke Indonesia. Seharusnya, bus-bus itu datang ke Jakarta awal Desember 2013. Namun, akibat cuaca buruk, kapal baru dapat merapat akhir Desember 2013. "Jadi selama perjalanan, air laut terciprat-ciprat ke bus itu dan pada akhirnya menimbulkan karat di beberapa bagian," ujarnya.
Jokowi tak percaya omongan Kadishub bus baru rusak kena air laut
"Masa di dalam kapal tongkang kena air laut. Kita kan ngirim gini ndak sekali dua kali," kata Jokowi.
Advertisement