Musim Ramadan dan Lebaran di Jakarta diwarnai dengan sejumlah peristiwa kebakaran. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, selama tanggal 3 sampai 11 Agustus, telah terjadi 28 kebakaran."Liburan Lebaran tahun ini tidak saja memberikan rasa suka cita, tetapi juga menimbulkan duka cita bagi sebagian warga Jakarta," kata Kasie Informatika BPBD DKI Jakarta, Bambang Surya Putra dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Minggu (11/8).Dari total kebakaran yang terjadi, sebanyak 26 disebabkan korsleting listrik, satu karena rokok dan satu berasal dari tabung gas.Jumlah bangunan yang hangus terbakar mencapai 152. Korban meninggal empat orang, dan empat orang luka ringan. Sedangkan total kerugian materi mencapai miliaran rupiah.Selain kebakaran, peristiwa banjir juga warnai Lebaran warga Ibu Kota. Banjir di Jakarta dimulai dari tingginya curah hujan pada tanggal 3-4 Agustus 2013 di selatan Jakarta, yaitu pada kawasan tangkapan air pada hulu sungai Ciliwung."Sehingga mengakibatkan banjir hingga lebih dari satu meter di sejumlah kelurahan, yaitu Kampung Melayu (47 RT), Bidara Cina (20 RT), Cililitan (2 RT), Cawang (28 RT) dan Bukit Duri (2 RT)," lanjutnya.Kondisi banjir tersebut berlangsung, hingga surut seluruhnya pada tanggal 10 Agustus 2013. Satu orang meninggal karena hanyut di Kali Krukut bernama M Nafis umur 38 tahun. Total jiwa terdampak pada banjir tersebut sebanyak 16.541 jiwa, dan jumlah pengungsi sebanyak 836 jiwa.
Selama Ramadan dan Lebaran, 28 kebakaran terjadi di Jakarta
Sebanyak 26 disebabkan korsleting listrik, satu karena rokok dan satu berasal dari tabung gas.
Rekomendasi