Lurah Warakas, Jakarta Utara, Mulyadi diketahui memiliki tiga unit Rusun di Marunda. Namun, hal itu rupanya tak menjadi masalah bagi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ). Sebab, Jokowi tak memberi sanksi kepada Mulyadi. Jokowi menilai, kesalahan yang dilakukan Mulyadi merupakan dosa lama, karenanya Jokowi tidak ingin mengungkit persoalan lama."Nggak tahu BKD gimana, karena Pak Gubernur sudah bilang dosa lama sudahlah kita nggak usah terlalu diungkit-ungkitlah. Rekonsiliasi saja kan. Hampir semua lakukan. Tapi jangan lakukan lagi ke depannya, itu Pak Gubernur bilang. Kita sudah lupakan masa lalu, kita ke depan," jelas Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota Jakarta, Rabu (8/5).Ahok mengaku dirinya dan Jokowi merupakan pemimpin yang pengampun. Namun, mulai ke depan siapa penyewa Rusun akan langsung diumumkan."Kan udah terjadi lama, ya lupakanlah. Kita pengampun," tegasnya.Saat ini, dia meminta siapa pun yang tinggal di Rusun harus ada pengumumannya. Sehingga, jika ada pejabat DKI maka akan ketahuan secara sendirinya."Kita sekarang umumkan saja, siapapun yang nyewa, kan gak mungkin pejabat DKI tinggal di situ kan? Jadi siapapun yang nyewa kasih tahu kita, kita kasih pemutihan, kasih nama dia. Pasti orang-orang bondong-bondong lapor kita," jelasnya.
Jokowi lupakan 'dosa' Lurah Warakas
Jokowi menilai, kesalahan yang dilakukan Mulyadi merupakan dosa lama.
Rekomendasi