Bawa surat medis, Lurah Warakas siap ikuti tes lelang jabatan

Pagi-pagi buta, Mulyadi sudah bergegas dari rumahnya menuju Mabes Polri untuk mengikuti lelang jabatan lurah dan camat.

Pramirvan Datu Aprillatu
Bawa surat medis, Lurah Warakas siap ikuti tes lelang jabatan
Lurah Warakas. pramirvan.©2013 Merdeka.com

Matahari masih belum muncul di ufuk Timur. Namun, Lurah Warakas, Jakarta Utara, Mulyadi, sudah bergegas menuju mobil yang diparkir tepat di depan rumah pribadinya, di Semper, Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara.Mulyadi hendak menuju Mabes Polri untuk mengikuti tes kompetensi manajerial tahap II, Lelang Jabatan Camat dan Lurah.Sambil membawa sebotol air mineral dan sebungkus roti, Mulyadi mengaku siap mengikuti tes lelang jabatan camat dan lurah. Namun, dirinya harus memberikan surat keterangan medis pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, terlebih dahulu."Ya sudah, bersama-sama teman yang lain. Saya ikut ujian ke Mabes Polri, tapi sebelumnya saya harus ke Dinas Provinsi dulu. Untuk serahkan surat keterangan medis," kata Mulyadi kepada merdeka.com di rumah dinasnya, Selasa (7/5).Mulyadi mengaku tidak memiliki persiapan khusus untuk menghadapi tes kompetensi manajerial tahap II."Persiapan tidak ada, paling cuma kondisi kesehatan saja, soalnya saya masih harus rutin ke rumah sakit untuk cek kesehatan saya," imbuh Mulyadi yang menggenakan batik berwarna biru itu.Selang beberapa lama, Mulyadi berangkat bersama sopir pribadinya dengan mengendarai Toyota Avanza silver bernomor polisi B 1676 UOU. "Sudah-sudah mas jalan langsung," kata salah satu keluarga Mulyadi.Nama Mulyadi sempat menjadi perhatian publik. Mulyadi lantang menentang kebijakan lelang jabatan ala Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo ( Jokowi ). Dia bahkan tak bersedia mengikuti lelang jabatan.Namun belakangan hal itu dibantah Mulyadi. Dia mengaku tak pernah menentang Jokowi . Dia juga beralasan tak mengikuti tes lelang jabatan karena tengah sakit jantung.Sebelumnya, Kepala BKD DKI Jakarta I Made Karmayoga, mengatakan meski tidak mengikuti tes kompetensi tahap I, Mulyadi tetap bisa mengikuti tes kompetensi manajerial tahap II. Asalkan, Mulyadi dapat menunjukkan surat keterangan yang sah ketidakhadirannya saat pelaksanaan tes pertama kali."Kemarin beliau nelpon, minta ikut serta, bawa surat keterangan yg sah kalau sakit. Kalo tidak ada itu ya otomatis tidak bisa," kata Made di Balaikota DKI, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Rekomendasi