Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal menerapkan pembatasan aturan pelat nomor ganjil genap kendaraan bermotor untuk tahun 2013. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, untuk tahap pendahuluan, aturan pelat nomor ganjil genap akan diberlakukan untuk mobil. Setelah mobil tertata, baru kemudian dilanjutkan diberlakukan untuk motor roda dua.Sedangkan angka ganjil genap, Jokowi menegaskan diambil satu digit angka terakhir pelat nomor kendaraan bermotor. "Satu digit dong, satu digit," kata Jokowi di Gedung BPK, Jakarta, Selasa (11/12).Ketika ditanya apakah akan dimulai dari angka nol (nol) dan angka itu ikut genap atau ganjil, menurut Jokowi ikut angka genap. "Iya dong genap," katanya.Jokowi menambahkan, aturan pemberlakuan pelat nomor ganjil genap masih terus diproses dan dikaji. Baik itu kajian ekonomi, sosial, politik dan kajian lainnya."Udahlah, ini masih diproses terus, kami baru menghitung nanti penghematan BBM berapa per liter per hari, loh ini ada penghematan sekian, penghematan ekonomi sekian, dampak sosial yang bagus sekian," kata Jokowi.Versi berbeda diungkapkan oleh Wakil Direktur lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Wahyono. Dia menjelaskan, teknik sistem ganjil genap adalah satu konsep pembatasan kendaraan yang mengacu pada dua nomor terakhir pelat nomor kendaraan. Dengan begitu, nantinya setiap kendaraan yang melintas akan bergantian sesuai hari pemberlakuan dua digit angka terakhir pelat nomornya."Misalnya hari Senin digit genap kemudian Selasa digit ganjil begitu seterusnya. Penentuan genap dan ganjilnya ditentukan dari dua angka paling belakang pelat. Misal pelat mobil saya B 3412 VII, berarti genap. Atau misal B 2533 SFA, nah itu berarti ganjil karena dua angka di belakangnya 33," jelas Wahyono kepada merdeka.com, Selasa (11/12).Tahap awal, kebijakan ini hanya berlaku untuk kendaraan roda empat. Sebab, kendaraan roda empat dinilai sebagai biang kemacetan ibu kota."Kebijakan ini juga untuk mencegah para pemilik kendaraan roda empat yang lebih dari satu agar tidak mengoperasikan seluruh kendaraan yang mereka miliki," katanya.
Jokowi: Ganjil genap dilihat dari angka terakhir
Menurut Jokowi, urutannya dimulai dari angka nol (0), yaitu genap.
Advertisement
Rekomendasi