Sudah hampir sepekan peristiwa penembakkan halte Transjakarta oleh orang misterius masih belu terungkap. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (4/8) di beberapa halte Transjakarta."Masih kita dalami, sampai tadi malam kita juga masih jalan memeriksa TKP," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Toni Harmanto kepada sejumlah wartawan, Jumat (10/8).Dikatakan Toni, terkait senapan yang digunakan pelaku, sudah dipastikan bahwa itu merupakan senjata angin. "Anak peleurunya mungkin kita pastikan senapan angin, hampir tiap malam kita sisir tapi ada beberapa indikasi saja," imbuh Toni.Terkait perbuatan ini merupakan salah satu aksi teror, Toni sendiri tidak sejutu jika aksi tersebut dikatakan sebagai aksi teror. "Tidak, kalau teror itu kan mencekam," imbuh Toni.Seperti telah diberitakan sebelumnya, Sabtu malam, (4/8) lima halte Transjakarta ditembaki oleh orang tak dikenal. Tidak ada korban dalam kejadian ini. Dan atas penembakan tersebut, TransJakarta mengalami kerugian Rp 20 juta. Pelaku penembakan melepaskan pelurunya di Halte Pancoran Tugu, Halte Cikoko Stasiun Cawang arah Pinang Ranti, dua Halte Cawang Ciliwung dan Halte Tebet BKPM.Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan sebutir gotri (logam bulat kecil) dari TKP penembakan halte busway Cawang Ciliwung. Dari logam sejenis gotri itu nantinya bisa diketahui asal indikasi tembakan, bisa dari senapan angin atau air soft gun.
Polisi lambat ungkap penembakan halte Transjakarta
Masih kita dalami, sampai tadi malam kita juga masih jalan memeriksa TKP," kata Kombes Toni Harmanto.