Belum tentu Pindad terlibat suplai senjata perampok

Sumber senjata itu terbagi dua, yaitu pabrikan dan rakitan. Kalau rakitan, siapa saja yang mengerti dapat membuatnya.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
Belum tentu Pindad terlibat suplai senjata perampok
perampokan. merdeka.com/Arie Basuki

Pegawai PT Pindad yang menyuplai senjata api kepada gerombolan perampok nasabah bank, AT, mengaku mendapat pasokan senjata dari A, seorang anggota organisasi olahraga airsoft gun yang kini buron.Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Helmi Santika mengatakan, meski AT terlibat, namun belum tentu perusahaan tempat dia bekerja juga ikut terlibat. Ateng ditangkap di luar perusahaan, bukan saat dia bekerja."Apakah Pindad terlibat, belum tentu. Kami tangkap dia di luar, kemudian diketahui bekerja di situ dan dia peroleh senjata api dari A. Baru sekali dipasok senjata," imbuhnya.Dijelaskan Helmy, bahwa sumber senjata itu terbagi atas dua, yaitu pabrikan dan rakitan. Kalau rakitan, lanjut Helmi, siapa saja yang mengerti tentang senjata dapat merakitnya."Senjata itu sumbernya ada dua. Pertama, pabrikan dan kedua, rakitan. Kalau rakitan bisa dibuat siapa saja. Kalau pabrikan itu senjata dibuat oleh pabrik. Bagaimana cara masuknya, bisa legal atau ilegal," tuturnya.Petugas Polda Metro Jaya menangkap satu orang pegawai PT Perindustrian Angkatan Darat (Pindad) berinisial AT yang diduga menyuplai senjata api kepada kelompok perampok spesialis nasabah bank pimpinan HR dan RIK."Status AT sebagai pegawai PT Pindad bagian gudang," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Toni Harmanto di Jakarta, Minggu (24/6).Toni mengatakan, AT menjual senjata pabrikan jenis Revolver kepada tersangka RIK seharga Rp 11 juta, untuk merampok nasabah bank.

Rekomendasi