Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ratusan Warga Terendam Banjir di Bawah Flyover Kalibata

Ratusan Warga Terendam Banjir di Bawah Flyover Kalibata Banjir di bawah Flyover Kalibata. ©2020 Merdeka.com/Ronald Chaniago

Merdeka.com - Ratusan warga di bawah flyover Kalibata, Jakarta Selatan, pasrah atas banjir yang menerjang rumah mereka sejak Selasa (31/12) malam, hingga siang hari. Mereka pun kini menunggu bantuan dari Pemprov DKI Jakarta dan masyarakat yang melintas.

"Di sini ada 6 RT, 1 RW. Ada 925 kepala keluarga (KK) totalnya. Kita semua mengharapkan bantuan yang belum ada dari tadi, misal nasi. Warga banyak kalau banjir itu, selain evakuasi dan tempat pengungsian nya gimana," kata seorang sekretaris RT, Irwan saat ditemui di lokasi, Rabu (1/1).

Pantauan merdeka.com, warga tengah berusaha menyelamatkan harta benda mereka. Bahkan, warga saat ini membangun tenda-tenda di bawa flyover Kalibata.

Kendati demikian, Irwan mengaku bersyukur banjir ini tak memakan korban jiwa.

"Evakuasi sudah enggak terhitung ada lansia, bayi dan ini ibu-ibunya. Korban alhamdulillah enggak ada, ada yang di atas genteng dari kemarin dan tadi kita evakuasi, ya agak kedinginan," katanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, kalau banjir kali ini adalah terbesar selama beberapa tahun terakhir.

"Ketinggian di sini 7 meter, di sana dasar kali 5 tambah 7 jadi total 12 meter," ujarnya.

Sementara itu Ketua RT 02, Wawan menambahkan, kalau ada warganya pasangan suami istri yang tetap bertahan di dalam rumah. Menurutnya, alasan warga tak ingin dievakuasi karena takut adanya pencuri.

"Ada beberapa warga masih bertahan wilayah kami, ya kurang lebih dia bersikeras atau apa mempertahankan harta dari orang tidak tanggung jawab," ujar Wawan.

banjir di bawah flyover kalibata©2020 Merdeka.com/Ronald Chaniago

Kendati demikian, Wawan mengaku kalau petugas tetap membujuk mereka untuk mau dievakuasi.

"Kita kan biar keselamatan dan kenyamanan, kalau air tinggal bisa membahayakan mereka. Itu posisi di pinggir sungai dan lagi diusahakan," kata Wawan.

Dalam peristiwa ini, warga didata di posko pusat banjir di Jalan Bina Warga, Jakarta Selatan. Kepala posko ibu Sari mengaku, pihaknya berharap bantuan dari Pemprov DKI Jakarta dan warga.

"Saat ini kita masih mencatat apa-apa saja yang menjadi kebutuhan warga. Yang pasti makanan cepat saji seperti indomie, telur, sayur-sayuran, selimut, juga obat-obatan," katanya.

"Saat ini sudah ada toilet dan kita juga butuh air bersih. Besok paling kita mulai mendata seluruh warga dan apa-apa saja kebutuhan warga," ujarnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP