Penutupan Jl Jatibaru disebut jadi momentum bagi Pemprov DKI benahi transportasi

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio melihat sesungguhnya penertiban sebagai upaya pembenahan transportasi publik.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Penutupan Jl Jatibaru disebut jadi momentum bagi Pemprov DKI benahi transportasi
Penataan PKL di Tanah Abang. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Penertiban Pasar Tanah Abang yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kerap dihujani kritik. Sebab, Jalan Jatibaru ditutup demi mengakomodir Pedagang Kaki Lima (PKL).

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio melihat sesungguhnya penertiban sebagai upaya pembenahan transportasi publik. Salah satu alasannya adalah padatnya penumpang Commuter Line. Kurangnya transportasi penunjang atau feeder menjadi masalah transportasi Jakarta saat ini.

Maka dari itu, Agus menyarankan Pemprov DKI bisa memanfaatkan momentum ini, untuk melakukan pembenahan konektivitas antar angkutan dimulai dari Tanah Abang. Anies harus memikirkan bagaimana satu moda transportasi saling menyambung dan tidak tumpang tindih.

"Konektivitas ini Tanah Abang dulu baru diperluas. Dari mana itu (Tanah Abang) Explorer, terus ada bus jemput di mana, itulah harus rerouting," ujar Agus dalam diskusi di restoran kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (16/1).

Saat ini, moda angkutan umum utama tertumpuk di Dukuh Atas. Mulai dari Transjakarta, sampai MRT yang tengah dibangun, berada di sana. Tumpang tindih itu, menurut Agus, Pemprov harus mulai bisa mengurainya.

"Tapi semua angkutan umum numpuk di Dukuh Atas, bagaimana kalau enggak ada rerouting itu. Mumpung dibangun harusnya saya harap selesai taun ini lalu rerouting itu jelas," kata Agus.

Sepakat dengan Agus, pengamat transportasi Djoko Setijowarno melihat untuk mendukung pembenahan Tanah Abang harus dimulai dengan angkot. Pemprov bisa mengajak para supir angkot untuk bergabung dan diubah sistem penggajian. Serta, angkot itu diubah menjadi bis kecil agar mendukung kapasitas yang besar

"Minimal bis mini jangan perorang kesannya buruk bagi Jakarta," kata Agus.

Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) Dharmaningtyas, melihat Tanah Abang Explorer yang kini hanya mengakomodir wilayah sekitar pasar, bisa diperluas rutenya. Menurut dia akan lebih baik jika diperluas sampai Bank Indonesia.

"Saya bayangkan Tanah Abang Explorer sampai Bank Indonesia," ucapnya.

Rekomendasi