Penjelasan Seniman Soal Karya Bambu Getah Getih Rapuh Hingga Dibongkar Pemprov DKI

Kamis, 18 Juli 2019 20:12 Reporter : Merdeka
Penjelasan Seniman Soal Karya Bambu Getah Getih Rapuh Hingga Dibongkar Pemprov DKI Instalasi bambu getah-getih. ©Facebook/Anies Baswedan

Merdeka.com - Seniman pembuat instalasi seni Getah Getih di Bundaran HI, Joko Avianto angkat bicara mengenai pembongkaran karyanya oleh Pemprov DKI. Menurutnya, karya seninya itu tidak dibongkar, melainkan sesuai perencanaan awal hanya untuk dipajang 6 bulan hingga 1 tahun saja.

"Itu bukan pembongkaran sih, itu udah direncanain udah ada perencanaan karya itu tahan sampe 1 tahun walaupin sebenarnya perencanaan waktu itu karyanya hanya untuk 6 bulan," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (18/7).

Selain itu, menurut Joko, tiap kota memiliki variasi kekuatan bertahan instalasi seni bambu yang berbeda-beda. Tergantung pada lingkungan, cuaca dan kelembaban.

"Variatif pengalaman saya di tiap kota, tiap lingkungan beda-beda kekuatannya enggak bisa dibandingin. Kan bambu itu materialnya strukturnya terdiri dari fiber dan pori-pori menyerap air, menyerap udara, bambu jadi kayak indikator lingkungannya. Kalau lingkungannya udah polutif banget ya begitu kejadiannya," katanya

Ia membandingkan dengan karya bambu miliknya yang lain dan lebih awet saat dipajang di Jerman.

"Kalau lingkungannya udah polutif banget ya begitu kejadiannya. Di karya saya yang lain mungkin lebih baik. Dibandingin karya saya Jerman 2015 ya 1 tahun si kawat engga karatan masih bagus," tambahnya

"Kalau pengalaman saya dan di kota-kota lain yang lingkungannya enggak polutif itu akan lebih lama. Jadi bagi saya indikator sih,” ucapnya.

Reporter: Delvira Hutabarat

Sumber: Liputan6.com [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini