Pemprov DKI Pastikan Pemenang Tender Revitalisasi Monas Bukan Abal-abal

Selasa, 21 Januari 2020 22:32 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Pemprov DKI Pastikan Pemenang Tender Revitalisasi Monas Bukan Abal-abal Proyek Revitalisasi Taman Selatan Monas. ©2020 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Anggota DPRD Fraksi PSI Justin Adrian Untayana, mempertanyakan lokasi kantor kontraktor Revitalisasi Monas, yakni PT Bahana Prima Nusantara yang berada di Jalan Nusa Indah No 33 RT 01/07 Ciracas, Jakarta Timur.

Kepala Dinas Cipta Karya, Pertanahan dan Tata Ruang (Citata) DKI, Heru Hermawanto menegaskan, kontraktor Revitalisasi Monas, yakni PT Bahana Prima Nusantara bukan abal-abal. Menurutnya, kinerja kontraktor tersebut tidak sembarangan.

"Kalau kontrak abal-abal coba aja dilihat pekerjaannya benar atau tidak. (kontraktor di PT Bahana Prima Nusantara) pernah di pakai di Padang, maka kita lihat gimana," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/1).

Dia menjelaskan, soal konstruksi penataan kawasan Monas yang berjenis single year yang harusnya selesai sebelum 2020. Pengerjaan dilakukan selama 50 hari dan kontrak kerja baru dimulai dari 12 November 2019. Maka dengan 50 hari kerja tersebut, pekerjaan harus selesai pada akhir Desember 2019.

"Tetapi Desember 2019 tidak kelar. Berarti ada perpanjangan waktu 50 hari. Berarti perkiraan di akhir Februari, dia harus selesaikan tugasnya," terangnya.

Heru mengungkapkan, tidak selesainya revitalisasi Monas yang dilakukan PT Bahana Prima Nusantara sebelum tahun 2020 bukan karena wanprestasi. Sebab, perusahaan ini diberikan tenggat waktu selama tiga bulan oleh Pemprov DKI.

"Ini kan di kontraknya memang tiga bulan. Nah, dia kan belum tiga bulan. Jadi 50 hari enggak kelar, ya kita berikan perpanjangan waktu 50 hari lagi. Jadi pas tiga bulan," tandasnya.

1 dari 1 halaman

PSI Curiga ke Pemenang Tender Revitalisasi Monas

Sebelumnya, Justin mengatakan, lokasi kantor pemenang tender revitalisasi Monas tersebut kurang meyakinkan. Apalagi soal perkiraan nilai proyek PT Bahana Prima Nusantara sebesar Rp71,3 miliar.

"Ketika saya menggali lebih jauh tentang kontraktornya sendiri yaitu yang menimbulkan saya pertanyaan, karena nilai proyeknya kan Rp71 Miliar, itu mestinya perusahaan yang cukup lumayan lah kontraktornya," katanya.

Dia enggan menyebut kontraktor tersebut abal-abal. Dia hanya tak ingin kasus tender uninterruptable power supply (UPS) yang dimenangkan tempat usaha fotokopi beberapa tahun lalu terulang.

"Saya sih menghakimi, saya cuman bilang kurang meyakinkan, ungkapan saya, tapi mungkin sebagai warga biasa juga sebelumnya dulu kan kita masih inget juga kasus UPS yang triliunan," ujarnya.

"Yang menang tender tempat fotokopian kalau gak salah, nah hal hal ini yang mentrigger saya untuk mengkaji lebih jauh," ujarnya.

Dengan hal tersebut, Justin akan menanyakan hal itu kepada Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta dalam rapat Komisi D DPRD DKI pada Rabu (22/1) besok.

"Tentunya banyak hal yang ingin saya tanyakan untuk dimintakan klarifikasinya," tutup Justin. [fik]

Baca juga:
Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor Dikenakan Sanksi Denda
Ketua DPRD DKI Tegaskan Revitalisasi Monas Untuk Formula E
Pemprov DKI Sebut Revitalisasi Monas Tak Berkaitan dengan Formula E
DPRD DKI Panggil Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Soal Revitalisasi Monas
Pengelola Monas Klaim Tak Tebang Pohon untuk Revitalisasi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini