Pelanggaran PPKM Menurun, 106 Kendaraan Diputarbalik di Pos Lenteng Agung

Jumat, 23 Juli 2021 06:35 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Pelanggaran PPKM Menurun, 106 Kendaraan Diputarbalik di Pos Lenteng Agung Penyekatan di Mampang Prapatan. ©2021 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Petugas gabungan Pos Penyekatan Lenteng Agung Jakarta Selatan, meminta memutar balik sebanyak 106 kendaraan kembali ke arah Depok dan tidak melanjutkan perjalanan menuju Jakarta, karena tidak memenuhi syarat perjalanan sesuai kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Perwira Unit Tindak Kepolisian Resort Metro Jakarta Selatan Inspektur Polisi Dua (Ipda) TB Listyono mengatakan, petugas melakukan tindakan tersebut karena pengendara tidak membawa surat tanda registrasi pekerja (STRP) atau surat perjalanan dinas dari kantor.

“Dari pagi kita temukan beberapa kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan seperti STRP dan surat keterangan perjalanan dinas. Sehingga kita putar balik ke arah Depok,” kata Listyono di Jakarta, Kamis (23/7).

Sejak pagi hingga sore hari, lanjut dia, dari 106 kendaraan yang diputarbalik ke arah Depok, 45 di antaranya adalah kendaraan roda empat dan 61 kendaraan roda dua.

“Ya mereka ini banyak yang mengatakan lupa tidak membawa syaratnya, jadi kami imbau agar pada hari berikutnya tidak melakukan hal serupa,” ujar dia.

Dia menuturkan, ada 74 petugas gabungan yang bertugas di pos penyekatan tersebut yang berasal dari Dinas Perhubungan (Dishub), Pemadam Kebakaran (Damkar), dan gabungan TNI-Polri. Dan dalam beberapa hari ke depan tidak akan ada penambahan personel karena kondisi di lokasi tidak separah seperti awal PPKM Darurat.

Pihaknya pun akan menindak tegas semua pengendara yang tidak mengindahkan aturan perjalanan di masa PPKM Level 4 yang akan berlangsung hingga 25 Juli mendatang.

"Petugas akan melakukan penyekatan secara ketat dengan tetap menggunakan dua syarat sebelumnya, yakni surat tanda registrasi pekerja atau surat dinas dari perusahaan, yang tidak membawanya kita putar balikkan," ujar Listyono.

Sementara itu salah satu pengendara sepeda motor, Muchlis, mengaku kebijakan ini cukup efektif dilakukan, terutama para petugas gabungan melaksanakan tugasnya dengan baik tanpa menyulitkan para pengendara yang akan menuju kota.

"Sejauh pengamatan saya ya, petugas tidak menyulitkan pengendara, ya kalau tidak bawa surat konsekuensinya jelas harus balik lagi. Kalau bawa suratnya kan aman," ucap Muchlis. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini