Mimpi Besar Sang Pemenang Sayembara Ragunan

Kamis, 13 Februari 2020 07:28 Reporter : Lia Harahap
Mimpi Besar Sang Pemenang Sayembara Ragunan Pemenang Sayembara Ragunan. ©2020 Instagram studio_sa_e

Merdeka.com - Arsitek Ario Danar Andito dan tim tidak menyangka desain karyanya untuk mengubah wajah Taman Margasatwa Ragunan akan dilirik juri sebagai pemenang pertama. Diberi judul Bio Park Ragunan, Island of Nature, Ario menawarkan konsep ekosentrik untuk masa depan Taman Margasatwa Ragunan yang lama tak tersentuh perubahan.

Pemprov DKI Jakarta membuat sayembara ini pada Maret 2019 lalu. Kemudian pada September 2019, peserta enam besar diminta memaparkan langsung konsepnya di hadapan juri-juri berpengalaman di bidangnya termasuk Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Bagi Ario, project ini sebuah tantangan menarik. Bukan hanya desain dari seorang arsitek yang dibutuhkan, tetapi kolaborasi dengan ahli-ahli disiplin ilmu lainnya.

"Menariknya sayembara TMR ini peserta harus berkolaborasi dengan ahli-ahli disiplin ilmu yang lain seperti ahli landscape, ahli konservasi hayati, ahli transportasi, ahli lingkungan, ahli bisnis dan designer grafis," kata Ario kepada merdeka.com, Rabu (11/2).

Berikut wawancara lengkap merdeka.com dengan Ario Danar Andito, pemenang pertama sayembara desain Taman Margasatwa Ragunan:

- Bagaimana jalannya proses sayembara desain Taman Margasatwa Ragunan dan kenapa Anda memutuskan ikut?

Pendaftaran sayembara Taman Margasatwa Ragunan dimulai bulan Maret-awal April 2019. Sayembara ini terbagi dalam 3 tahapan seleksi yang terdiri dari tahap wawancara (bulan April 2019) kemudian dilanjutkan pengumpulan tahap 1 (bulan Juni 2019) kemudian tim ditetapkan lolos babak selanjutnya akan masuk ke 6 besar yang diwajibkan melakukan presentasi di hadapan Gubernur DKI Jakarta dan juri (tahap 3 di bulan September 2019).

Alasan mengikuti sayembara ini karena di studio kami memiliki program untuk mengikuti kegiatan sayembara design setiap tahunnya. Menariknya sayembara TMR ini peserta harus berkolaborasi dengan ahli-ahli disiplin ilmu yang lain seperti ahli landscape, ahli konservasi hayati, ahli transportasi, ahli lingkungan, ahli bisnis dan designer grafis.

- Menurut Anda bagaimana kondisi Taman Margasatwa Ragunan saat ini, apakah cukup layak sebagai rumah hewan juga ikon tempat wisata Jakarta?

Menurut kami, kondisi Taman Margasatwa Ragunan saat ini bisa dibilang kurang mewadahi secara maksimal dalam pemeliharaan satwa yang ada. Namun Taman Margasatwa Ragunan mempunyai potensi serta keunggulan sebagai ruang konservasi hayati dan Taman Margasatwa Ragunan merupakan satu-satunya paru-paru Kota Jakarta yang memiliki lahan hijau terluas saat ini.

- Konsep perubahan apa yang ditawarkan untuk Taman Margasatwa Ragunan?

Konsep yang kami tawarkan adalah melakukan pendekatan desain ekosentrik untuk masa depan Taman Margasatwa Ragunan. Desain yang ekosentrik akan menghubungkan dan menautkan manusia, margasatwa dan lingkungan alami. Perencanaan strategis kami adalah untuk mempertahankan alam yang ada, memulihkan habitat satwa liar, meningkatkan kualitas lingkungan, melestarikan kehidupan serta mengintegrasikan infrastruktur biru – hijau.

Sehingga dapat terwujud-lah sebuah Taman Margasatwa yang lebih ramah dan mengembalikan napas kehidupan alam yang sebenarnya.

- Mengapa mengusung tema Bio Park untuk konsep Taman MS Ragunan mendatang? Apa makna yang ingin disampaikan?

Visi kami untuk Taman Margasatwa Ragunan baru lebih dari sekedar kebun binatang melainkan juga berfungsi sebagai taman yang dapat di akses publik, pendidikan lingkungan, konservasi satwa liar, dan menjadi identitas kota dalam melindungi lingkungan alami.

1 dari 1 halaman

- Apakah konsep ini juga mengadopsi kebun binatang terbaik di beberapa negara?

Sedikit banyak iya, terutama pada bagian untuk mengondisikan Taman Margasatwa Ragunan sebagai ekosistem yang layak bagi satwa liar yang berada di dalamnya. Selain itu juga bagaimana cara kita mengelompokkan satwa yang ada di dalamnya terbagi dalam enam zona bio climatic yang memiliki keunikan dan karakteristik yang tentu saja disesuaikan dengan metode mix animal yang ada di Taman Margasatwa Ragunan. Pembagian atas enam zona bio climatic ini juga diterapkan pada beberapa kebun binatang modern di negara maju.

- Apa saja fasilitas yang ada di dalamnya?

Fasilitas yang ditawarkan terdapat enam zona bio climatic dengan keunikan masing-masing, kemudian juga disediakan akomodasi berupa ecolodge untuk berbagai kegiatan. Kemudian area playground yang mengusung tema alam bagi anak-anak. Serta terdapat ecolake waterfront sebagai penyaring alami bagi air yang masuk ke dalam kawasan TMR dan air tersebut dapat dialirkan menuju beberapa aliran sungai di kota Jakarta.

Lalu ada Forest Verandah sebagai serambi utama Taman Margasatwa Ragunan yang berupa taman terbuka hijau yang dapat diakses oleh pengunjung umum secara cuma-cuma, dan tidak lupa kami juga meng-upgrade area Pusat Primata Schmutzer dengan ditambahkan area bird park yang cocok bagi kehidupan satwa yang tinggal di area kanopi alam terbuka.

Saat ini beberapa fasilitas tersebut belum tersedia pada kawasan Taman Margasatwa Ragunan. Sehingga harapan kami fasilitas tersebut dapat meningkatkan kualitas Taman Margasatwa Ragunan yang baik dan mengedukasi bagi para pengunjung.

- Dengan konsep yang ditawarkan, perbandingan area bangunan dan area hijaunya seperti apa?

Luas area TMR kurang lebih 140 Ha yang mayoritas dipenuhi dengan area ruang hijau. Desain yang ditawarkan sedapat mungkin memanfaatkan bangunan eksisting yang ada. Apabila ada tambahan bangunan baru sebisa mungkin bersifat masif dan kompleks. Sehingga tetap mengoptimalkan area lahan hijau tetap menjadi nilai utama bagi kawasan Taman Margasatwa Ragunan.

- Apa kesulitan yang dihadapi saat merancang desain ini?

Karena sayembara ini bersifat kolaborasi, kami harus bisa mengakomodir dari setiap disiplin ilmu dan menyatukannya. Serta kami juga harus bisa memenuhi dari setiap poin-poin penilaian yang tertera pada TOR yang sudah diberikan oleh panitia. [lia]

Baca juga:
Modernisasi Ragunan Agar Tak Tergerus Zaman
Wajah Masa Depan Ragunan
Jumlah Kunjungan Wisata Ragunan Menurun Pada Saat Idul Adha
Akibat Hujan Lebat, Jumlah Pengunjung Ragunan Menurun Drastis
Libur Lebaran, Banyak Pengunjung Ragunan Terpisah dari Anaknya

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini