Lima Sumber Penghasil Gas Rumah Kaca Terbesar Jakarta, Paling Tinggi Transportasi
Merdeka.com - Kepala Pusat Kebijakan Keenergian Institut Teknologi Bandung (ITB) Retno Gumilang Dewi mengungkapkan, terdapat lima sektor penyumbang gas rumah kaca (GRK) di DKI Jakarta. Hal ini diungkapkan Retno saat acara Publik Ekspose Inventarisasi Profil Emisi dan Pelaporan Penurunan Emisi GRK tahun 2022 di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (2/11).
"Ada lima kontributor utama penghasil emisi GRK di DKI Jakarta, pertama transportasi sebesar 46 persen, kemudian sektor pembangkit listrik 31 persen, industri manufaktur 8 persen, emisi residensial atau limbah rumah tangga 6 persen, dan limbah padat TPA (tempat pemrosesan akhir)," kata Retno.
Mengatasi hal ini, pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerja sama dengan ITB melaksanakan inventarisasi emisi GRK.
"Profil emisi GRK diharapkan dapat dijadikan acuan dalam menentukan langkah serta peran Pemprov DKI Jakarta terhadap kegiatan pencegahan perubahan iklim di tingkat nasional," kata Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Kebersihan Dinas LH DKI Jakarta, Erni Pelita.
Erni mengatakan bahwa hal sesuai Perpres Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Karbon untuk Pencapaian Target Kontribusi yang Ditetapkan secara Nasional dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca dalam Pembangunan Nasional.
"Kota Jakarta ini ditargetkan menjadi kota berketahanan iklim pada 2030 mendatang," kata Erni.
Untuk menjadi daerah berketahanan iklim, Pemprov DKI memiliki target untuk menurunkan emisi GRK sebesar 50 persen pada 2030 dan mencapai zero emission pada 2050.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya